Pencarian

DPR Minta Pertamina Tindak Tegas Penyelundupan BBM Subsidi, Antrean di SPBU Bisa Reda 1-2 Hari

Sabtu, 18 Juli 2026 • 16:24:31 WIB
DPR Minta Pertamina Tindak Tegas Penyelundupan BBM Subsidi, Antrean di SPBU Bisa Reda 1-2 Hari
Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya memastikan stok BBM nasional aman dan mencukupi usai rapat bersama BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

JAWA BARAT — Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, memastikan bahwa ketahanan stok BBM nasional berada di level sangat memadai. Kepastian ini disampaikan usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kepala BPH Migas Wahyudi Anas, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, serta jajaran General Manager Marketing Operation Region (MOR) I–VIII di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

"Stok BBM kita cukup, tidak ada masalah. Kami berharap tidak terjadi panic buying, tidak terjadi antrean yang disebabkan karena masyarakat merasa khawatir barangnya tidak ada. Padahal stoknya mencukupi," ujar Bambang.

Antrean SPBU Dipicu Dua Faktor: Migrasi Konsumsi dan Penimbunan

Meski stok aman, fenomena antrean panjang di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir tetap menjadi perhatian serius parlemen. Dari hasil koordinasi rapat, ditemukan dua faktor utama pemicu kepadatan.

Pertama, melonjaknya migrasi konsumsi masyarakat dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi akibat disparitas harga. Kedua, adanya indikasi kuat praktik penimbunan dan penyalahgunaan BBM bersubsidi oleh oknum spekulan untuk dijual kembali ke pihak industri yang tidak berhak.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengonfirmasi bahwa secara nasional penyaluran BBM bersubsidi—Pertalite, Biosolar, dan minyak tanah—masih terkendali. Lonjakan konsumsi sebesar 10 hingga 15 persen terjadi di beberapa daerah strategis, terutama jalur logistik utama dan kawasan dengan aktivitas ekonomi tinggi.

DPR Desak Pertamina Tambah Armada dan Perpanjang Jam Operasi SPBU

Untuk mengatasi sumbatan layanan, DPR mendesak Pertamina Patra Niaga segera menambah armada mobil tangki pengirim, memperpanjang jam operasional SPBU hingga larut malam, serta mempercepat distribusi langsung dari depot ke dispenser SPBU.

"BBM subsidi dijamin sampai tahun fiskal 2026 tidak ada perubahan. Pemerintah menjamin itu dan DPR akan terus mengawalnya," tegas Bambang.

Di sisi lain, BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga kini tengah melancarkan operasi normalisasi jalur distribusi. Pengawasan di lapangan diperketat melalui kerja sama penegakan hukum dengan aparat kepolisian untuk membongkar praktik mafia solar.

Optimistis Antrean Normal dalam 1-2 Hari

Wahyudi Anas optimistis antrean yang terjadi dapat kembali normal dalam satu hingga dua hari ke depan. Ia mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan secara bijak dan wajar.

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa cadangan BBM dan LPG nasional berada dalam status sangat aman. Kendala riil yang dihadapi saat ini murni tantangan percepatan rantai distribusi akibat kepadatan lalu lintas darat menuju SPBU, bukan karena menipisnya stok di hulu.

Bagikan
Sumber: voiceindonesia.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks