Pencarian

Abu Gunung Anak Krakatau Masih Menyebar di Cianjur hingga Cirebon, Harga Masker Naik Imbas Stok Kosong

Selasa, 08 September 2026 • 11:16:32 WIB
Abu Gunung Anak Krakatau Masih Menyebar di Cianjur hingga Cirebon, Harga Masker Naik Imbas Stok Kosong
Warga membeli masker di sejumlah apotek Cianjur menyusul kelangkaan stok akibat peningkatan permintaan pasca-penyebaran abu Gunung Anak Krakatau.

BANDUNG — Dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau meluas ke sejumlah daerah di Jawa Barat, dari Cianjur, Bandung Raya, Cimahi, hingga Cirebon. Di Cianjur, kelangkaan masker mendadak terjadi setelah warga dan pelajar berbondong-bondong membeli alat pelindung diri tersebut sejak Minggu (6/9/2026).

Firman (35), warga Cianjur, mengaku harus berkeliling ke sejumlah apotek untuk mendapatkan masker. Ia tetap membutuhkan masker karena harus bekerja menggunakan sepeda motor di tengah paparan abu yang menutupi halaman rumah dan jalan.

"Setiap hari harus kerja dan saya mengendarai sepeda motor. Untuk menghindari abu masuk pernafasan rencananya pakai masker, tetapi nyari ke beberapa apotek habis stoknya," ujar dia, Senin (7/9/2026).

Stok 40 Dus Ludes Sehari, Harga Masker Naik di Cianjur

Tina, pemilik apotek di Cianjur, menyebut permintaan masker melonjak tajam sejak abu vulkanik mulai masuk ke kotanya. Stok yang ia miliki langsung habis diborong warga.

"Jadi kemarin langsung ludes. Saya stok 40 dus, dibeli semuanya. Sekarang stok kosong," kata dia.

Kelangkaan itu memicu kenaikan harga. Masker yang sebelumnya dijual Rp25 ribu per dus kini berada di kisaran Rp30 ribu hingga Rp35 ribu. "Beli online pun ditolak, kebanyakan jadi dijual langsung dengan harga yang naik. Makanya sekarang stok susah, harga jadi naik," ucap Tina.

PVMBG Catat 3 Erupsi Strombolian Setelah Episode 25 Jam Berakhir

Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan satu episode erupsi menerus Gunung Anak Krakatau berlangsung selama 25 jam, sejak 4 September 2026 pukul 23.07 WIB hingga berakhir pada 6 September 2026 pukul 00.04 WIB. Setelah episode itu berakhir, masih terjadi tiga kali erupsi tipe strombolian.

"Selama periode 6-7 September 2026, gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Cuaca cerah hingga mendung, angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara dan barat laut," kata Lana Saria.

Kolom abu berwarna hitam masih teramati melalui kamera pengawas atau CCTV, meski ketinggiannya tidak dapat dipastikan secara visual. Lana menegaskan berakhirnya erupsi menerus bukan berarti aktivitas gunung telah sepenuhnya berhenti.

Status Siaga Dipertahankan, Potensi Lontaran Material Pijar Masih Ada

PVMBG mempertahankan status Gunung Anak Krakatau pada Level III atau Siaga. Potensi letusan dalam waktu dekat masih ada, termasuk lontaran material pijar, hujan abu lebat, hingga aliran lava jika erupsi menerus kembali terjadi.

"Tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau akan dievaluasi kembali secara berkala atau jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan. Status Level III atau Siaga ini tetap berlaku selama laporan evaluasi berikutnya belum diterbitkan," pungkas Lana.

BPBD Cirebon Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Di Kabupaten Cirebon, BPBD setempat mulai merespons sebaran abu vulkanik. Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Syamsul Huda, meminta warga tetap tenang dan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.

"Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko gangguan pada saluran pernapasan akibat paparan abu vulkanik," ucapnya, Senin (7/9/2026).

Masyarakat juga diminta memakai kacamata atau pelindung wajah untuk mengantisipasi iritasi mata. "Perjalanan yang tidak penting sebaiknya dihindari karena abu vulkanik dapat mengganggu jarak pandang dan berpotensi membahayakan pengendara," terangnya.

Polres Cimahi Bagikan Masker ke Pelajar dan Pengendara

Sementara itu, aktivitas sekolah di Cimahi masih berjalan normal. Polres Cimahi turun langsung membagikan masker kepada pengendara dan siswa sebagai langkah antisipasi.

"Jadi kita menindaklanjuti arahan pimpinan soal antisipasi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau agar memakai masker. Kemarin kita memberikan masker ke pengendara, sekarang ke anak-anak sekolah," kata Kapolres Cimahi, AKBP Moh. Faruk Rozi, Senin (7/9/2026).

Faruk mengingatkan partikel abu vulkanik berpotensi terhirup dan mengganggu kesehatan, terutama bagi anak-anak yang rentan mengalami gangguan saluran pernapasan.

Follow bandungline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks