BOGOR — Komisi II DPRD Kota Bogor menyoroti pelaksanaan proyek trase baru Jalan Batutulis yang dinilai harus menjadi tolok ukur pembangunan infrastruktur di daerah. Proyek dengan nilai investasi besar ini diharapkan berjalan sesuai ketentuan tanpa mengabaikan aspek keselamatan masyarakat maupun pekerja.
Ketua Komisi II, Achmad Rifki Alaydrus, menegaskan kontraktor tidak cukup hanya menyelesaikan pekerjaan sesuai target. Menurutnya, seluruh kewajiban dalam kontrak harus dipenuhi, mulai dari aspek teknis, administrasi, hingga penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Kewajiban Kontraktor: Bukan Sekadar Tepat Waktu
Rifki menyebut bahwa pengamanan area proyek dan mitigasi dampak terhadap warga di sekitar lokasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kontrak pekerjaan. “Hal-hal tersebut bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian yang tidak terpisahkan dari kontrak pekerjaan,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).
Ia mengingatkan, proyek strategis dengan nilai besar harus menjadi teladan dalam penerapan aturan dan standar pembangunan. “Proyek strategis dengan nilai investasi yang besar harus menjadi contoh pelaksanaan pembangunan yang profesional, taat aturan, serta mengedepankan keselamatan masyarakat,” kata Rifki.
Aparat Kewilayahan Diminta Aktif Mengawasi
Selain tanggung jawab kontraktor, Komisi II juga meminta camat dan lurah untuk tidak menjadi penonton selama proyek berlangsung. Rifki menilai aparat kewilayahan memiliki peran penting dalam memastikan pelaksanaan proyek sesuai ketentuan sekaligus merespons cepat setiap keluhan warga.
“Camat harus hadir sebagai pengawas di wilayahnya, aktif memantau pelaksanaan proyek, menindaklanjuti setiap keluhan masyarakat, serta memastikan seluruh kewajiban kontraktor dipenuhi,” tegasnya.
Menurut Rifki, kehadiran pemerintah di tingkat wilayah akan membantu mencegah persoalan kecil berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Ia mengapresiasi langkah cepat Wali Kota Bogor yang berencana memberikan teguran kepada kontraktor jika ditemukan kelalaian dalam pelaksanaan pekerjaan.
“Kami mengapresiasi langkah cepat Wali Kota Bogor yang akan memberikan teguran kepada kontraktor pelaksana proyek Trase Baru Batutulis apabila ditemukan kelalaian dalam pelaksanaan pekerjaan,” ujar Rifki.
Proyek trase baru Jalan Batutulis sendiri merupakan salah satu infrastruktur strategis di Kota Bogor. Pengawasan ketat dari seluruh pihak diharapkan mampu memastikan proyek berjalan tanpa mengorbankan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.