CIREBON — Permintaan maaf itu disampaikan Nana pada Rabu (17/6/2026) menyusul kegaduhan yang dipicu oleh komentarnya di akun Instagram. Dalam klarifikasinya, Nana secara khusus meminta maaf kepada pihak yang ia sebut "Bunda Denok" yang mungkin merasa sakit hati atau tersinggung dengan tulisannya.
Klarifikasi: Bukan atas Nama Partai atau Lembaga
Nana menekankan bahwa komentar yang ia lontarkan murni merupakan kesalahan pribadi. Ia memastikan tidak ada unsur institusi di balik pernyataannya yang viral tersebut.
"Saya secara pribadi tidak mengatasnamakan partai maupun lembaga saya DPRD memohon maaf kepada khususnya Ibu Nok, Bunda Denok maksud saya, yang sudah mungkin merasa sakit hati, merasa tersinggung dengan komen saya di media IG," ujar Nana.
Permintaan Maaf Juga Disampaikan ke DPRD dan Gerindra
Tak hanya kepada pihak yang bersangkutan, Nana juga menyampaikan rasa penyesalan mendalam kepada institusi DPRD Kabupaten Cirebon serta Partai Gerindra. Ia menyadari kegaduhan ini telah menimbulkan ketidaknyamanan di internal lembaga dan partai.
"Saya juga mohon maaf kepada institusi saya, lembaga DPRD Kabupaten Cirebon, kepada Partai Gerindra, yang mungkin dengan komentar saya kemarin menjadi viral dan membuat institusi saya tidak nyaman, membuat partai saya juga mungkin merasa terganggu," tambahnya.
Berjanji Lebih Bijak di Ruang Digital
Peristiwa ini dijadikan Nana sebagai pelajaran berharga. Ia berjanji akan lebih berhati-hati dan bijak dalam bersikap, khususnya di media sosial, agar kesalahan serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
"Sekali lagi saya mohon maaf, dan saya akan menjadikan ini sebuah pelajaran yang sangat berharga. Saya akan mengambil hikmah dari apa yang terjadi sekarang. Mudah-mudahan ke depan hal ini tidak terulang," pungkasnya.