CIREBON — Polemik penerimaan murid baru di Jawa Barat memasuki babak baru setelah DPRD mendorong perbaikan sistem dari hulu ke hilir. Daddy Rohanady, legislator Jabar, menekankan bahwa evaluasi tidak boleh setengah-setengah, terutama pada aspek perencanaan dan kesiapan infrastruktur digital sebelum proses seleksi dimulai.
Simulasi Berulang Jadi Kunci Antisipasi Gangguan Sistem
Menurut Daddy, kegagalan teknis yang muncul dalam pelaksanaan PCMB 2026 menunjukkan lemahnya deteksi dini. Ia mengusulkan simulasi dilakukan berkali-kali, bukan sekali lalu selesai.
"Kalau perlu ada simulasi yang jauh-jauh hari sebelumnya, sehingga pada saatnya pelaksanaan itu tidak seperti saat ini," katanya di Cirebon, Selasa.
Ia menambahkan, setiap hasil simulasi harus langsung dievaluasi dan diperbaiki secara berkelanjutan hingga sistem benar-benar siap diakses masyarakat luas. Dengan cara itu, potensi gangguan teknis maupun administratif bisa diminimalkan sebelum proses penerimaan berlangsung.
Gubernur Dedi Mulyadi Sudah Ambil Tindakan Tegas
Daddy mengapresiasi langkah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang telah mengambil tindakan tegas terhadap jajaran Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat. Namun, ia menilai hal itu membuktikan masih ada pekerjaan rumah besar yang harus segera diselesaikan.
"Ini PR serius buat Pak Purwanto, Kepala Disdik Jabar, untuk ke depan jauh lebih terencana saya kira," ujarnya.
78 Ribu Calon Siswa Tak Tertampung di Sekolah Negeri
Di tengah tekanan evaluasi, Disdik Jabar bergerak cepat mengatasi dampak langsung. Kepala Disdik Jawa Barat Purwanto menyatakan pihaknya menggandeng 751 sekolah swasta untuk menampung sekitar 78 ribu siswa yang tidak lolos seleksi di sekolah negeri.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana menanggung biaya Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) dan SPP bagi siswa yang harus bersekolah di swasta. Skema ini diharapkan memastikan tidak ada anak yang kehilangan akses pendidikan layak akibat keterbatasan daya tampung sekolah negeri.
Menanggapi laporan yang masuk ke Ombudsman Perwakilan Jawa Barat, Purwanto menyatakan pihaknya siap menghadapi setiap aduan. "Ya, kami persilakan tentu kalau ada aduan, kami mengikut aja," katanya.