GARUT — Ribuan kader dari jajaran pengurus DPC, Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC), Srikandi Demokrat, hingga simpatisan memadati Aula Manggala Karya Bhakti, Jalan Proklamasi, Jayaraga, Tarogong Kidul. Mereka mengikuti pendidikan politik yang dibuka langsung Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Anton Sukartono Suratto.
Modal Kemenangan 2009 Jadi Acuan Bangkit
Anton Sukartono Suratto yang juga anggota DPR RI dari Komisi I menanamkan optimisme kepada seluruh kader. Ia menyebut pengalaman memenangkan Pemilu 2009 menjadi modal sekaligus bahan evaluasi menghadapi kontestasi mendatang.
"Insyaallah kita akan mengulangi kejayaan tahun 2009. Kita pernah menjadi juara, kita juga belajar mengapa kemudian mengalami penurunan. Dari pengalaman itu kita terus berbenah agar ke depan Demokrat semakin berkembang," ujar Anton kepada awak media.
Ia menekankan tiga kunci utama: kekompakan organisasi, disiplin kader, dan kedekatan dengan masyarakat. Menurut Anton, kepercayaan publik hanya bisa dikembalikan lewat kerja nyata di lapangan, bukan sekadar retorika.
Kaderisasi Bukan Sekadar Seremonial
Ketua DPC Demokrat Garut, H. Aman Nurjaman, menegaskan pendidikan politik bukan acara seremonial belaka. Kegiatan ini menjadi ruang pembentukan karakter, loyalitas, dan integritas kader.
"Pendidikan politik partai adalah proses pembelajaran dan pemahaman mengenai hak, kewajiban, serta tanggung jawab warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tujuannya meningkatkan kesadaran politik, membentuk kedewasaan sikap, sekaligus memperkuat proses kaderisasi," kata Aman.
Ia mengajak seluruh kader menjaga soliditas organisasi dan terus hadir di tengah masyarakat. "Sebentar lagi Partai Demokrat genap berusia 25 tahun. Mari kita isi momentum ini dengan karya nyata yang memberi manfaat dan benar-benar dirasakan masyarakat," tegasnya.
Mantan Birokrat Senior Masuk Demokrat
Salah satu momen menarik dalam kegiatan itu adalah penyematan kader baru. Demokrat Garut kedatangan Wahyudijaya, mantan Kepala Kesbangpol Kabupaten Garut yang baru purna tugas pada 2024.
Bergabungnya Wahyudijaya dinilai menjadi energi baru bagi mesin partai. Pengalaman panjangnya di dunia birokrasi diharapkan memperkuat kapasitas organisasi sekaligus memperluas jaringan komunikasi politik di tengah masyarakat.
Pendidikan politik ini menjadi sinyal bahwa memasuki usia seperempat abad, Demokrat tidak hanya memperkuat konsolidasi internal. Partai berlambang mercy itu mulai membangun optimisme baru untuk kembali tampil sebagai kekuatan politik nasional yang diperhitungkan, dengan kaderisasi dan pengabdian kepada masyarakat sebagai fondasi utama.