Pencarian

Dinas Pendidikan Kota Bekasi Izinkan Sekolah Terapkan PJJ Situasional saat Udara Memburuk, Wali Kota Sebut Kualitas Udara Relatif Aman

Senin, 07 September 2026 • 19:31:01 WIB
Dinas Pendidikan Kota Bekasi Izinkan Sekolah Terapkan PJJ Situasional saat Udara Memburuk, Wali Kota Sebut Kualitas Udara Relatif Aman
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan kualitas udara di wilayahnya relatif aman untuk aktivitas masyarakat di luar ruangan.

KOTA BEKASI — Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyatakan kualitas udara di wilayahnya relatif aman dan terkendali untuk masyarakat beraktivitas di luar rumah. Pernyataan itu disampaikan menyusul diterbitkannya Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Bekasi yang mengatur mekanisme pembelajaran saat kondisi udara memburuk.

Melalui surat edaran tersebut, sekolah diberi kewenangan penuh untuk menentukan apakah kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung tatap muka atau dialihkan ke PJJ. Keputusan diambil berdasarkan situasi dan kondisi di lingkungan masing-masing sekolah.

Isi Surat Edaran: Sekolah Diberi Kewenangan Penuh

"Jadi dalam Surat Edaran ada item-item yang mengatur sekolah boleh melakukan PJJ atau tidak. PJJ kita serahkan ke sekolah, silahkan sekolah melihat situasi dan kondisi yang ada," kata Tri Adhianto, Senin (7/9/2026).

Kebijakan ini lahir setelah Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi melakukan pengecekan kualitas udara setempat. Hasilnya, kondisi udara di Kota Bekasi dinilai masih dalam ambang batas aman.

Meski demikian, pemerintah kota tetap meminta sekolah membatasi aktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker juga diwajibkan, terutama saat siswa atau guru berada di area terbuka.

Mitigasi Abu Vulkanik: Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

"Secara umum saya sudah cek ke Dinas Lingkungan Hidup, ini masih dalam konteks kondisi yang realtif aman untuk melakukan aktivitas di luar ruangan. Yang penting kurangi aktivitas di luar ruangan dan gunakan masker," ujarnya.

Langkah mitigasi ini diambil sebagai antisipasi dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang sempat terpapar di sejumlah titik Kota Bekasi. Pemerintah kota tidak ingin mengambil risiko besar dengan tetap memaksakan aktivitas luar ruangan dalam skala penuh.

Suara Siswa: Tatap Muka Tetap Jadi Pilihan Utama

Di tengah kebijakan tersebut, sejumlah pelajar di Kota Bekasi justru menyatakan preferensi mereka terhadap pembelajaran tatap muka. Amira Qianzi Dinanta, siswa kelas VI B SDN Kayuringin Jaya XIX, mengaku lebih senang berangkat ke sekolah karena bisa bertemu teman sekelasnya.

"Kita dan teman-teman belajar masih seperti biasa, masih ceria hanya saja pakai masker. Dan saya lebih suka belajar secara tatap muka karena bisa bertemu dengan teman-teman," katanya.

Senada, Syaami Ahmad Sofyan dari kelas VI A SDN Kayuringin XIX menilai belajar di sekolah lebih menyenangkan. Ia bisa belajar sekaligus bermain bersama teman saat jam istirahat tiba.

"Kalau menurut aku lebih baik belajar di sekolah ajah, bisa bertemu banyak teman. Bisa bermain juga dengan teman di dalam kelas atau di luar kelas saat istirahat," tuturnya.

Alasan Siswa Menolak PJJ: Tugas Menumpuk dan Waktu Tidur Terganggu

Callysta Zhavira Hakim, siswa kelas 6A SDN Kayuringin Jaya VI, mengaku kurang menyukai PJJ. Baginya, pembelajaran tatap muka tetap yang terbaik asalkan protokol masker dijalankan.

"Aku sih pengennya belajar tatap muka di sekolah karena kurang suka PJJ. Yang penting pake masker ajah seh," katanya.

Najwa Aulia Fitri Yani, siswa kelas 6A di sekolah yang sama, punya alasan lain. Ia menilai beban pelajaran saat PJJ jauh lebih berat dibanding tatap muka.

"Kalau aku tidak suka PJJ karena mata pelajarannya lumayan banyak. Dan itu mengganggu waktu tidur siang aku karena PJJ memakan waktu," ungkapnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah sekolah di Kota Bekasi hingga kini masih memberlakukan pembelajaran tatap muka. Pihak sekolah mewajibkan seluruh siswa mengenakan masker selama berada di lingkungan sekolah.

Follow bandungline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks