Pencarian

Siswa SMA Al Kautsar Tasikmalaya Terpaksa Belajar Lesehan di Bangunan Saung, Disdik Jabar: Tanyakan ke Yayasannya

Selasa, 08 September 2026 • 21:16:01 WIB
Siswa SMA Al Kautsar Tasikmalaya Terpaksa Belajar Lesehan di Bangunan Saung, Disdik Jabar: Tanyakan ke Yayasannya
Siswa SMA Al Kautsar Tasikmalaya mengikuti kegiatan belajar mengajar di bangunan mirip saung tanpa meja dan kursi di Cigalontang.

TASIKMALAYA — Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Purwanto, mengarahkan pertanyaan soal kelayakan fasilitas SMA Al Kautsar di Cigalontang langsung kepada pihak yayasan. Ia menilai, sebagai satuan pendidikan swasta, penyediaan sarana dan prasarana belajar merupakan tanggung jawab utama lembaga yang mendirikan sekolah tersebut.

"Itu swasta (SMA Al Kautsar Tasikmalaya) kan? Tanyakan kepada yayasan," kata Purwanto kepada awak media, Selasa (8/9/2026).

Kesiapan Yayasan Dipertanyakan Sebelum Buka Sekolah

Purwanto menyayangkan minimnya fasilitas dasar yang dialami para siswa. Ia mempertanyakan komitmen awal pengurus yayasan dalam menyiapkan sarana kependidikan yang layak sebelum membuka operasional sekolah untuk masyarakat.

"Ke yayasannya mengapa membuat sekolah jika tidak memiliki kemampuan sarana prasarana," ujarnya.

Menurut dia, pendirian lembaga pendidikan swasta seharusnya diimbangi kesiapan finansial dan manajerial pengurus. Hal itu dinilai krusial agar proses belajar mengajar anak-anak tidak terabaikan hanya karena ketiadaan meja, kursi, maupun ruang kelas yang memadai.

Belajar Lesehan di Bangunan Mirip Saung

Kondisi memprihatinkan itu terungkap setelah publik mempertanyakan proses KBM di sekolah tersebut. Para siswa disebut beraktivitas belajar di atas lantai sebuah bangunan yang bentuknya menyerupai saung, tanpa perabot pendukung seperti kursi dan meja.

Keterbatasan ini kian terasa kontras karena tidak jauh dari lokasi SMA Al Kautsar berdiri gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang megah. Ketimpangan fasilitas tersebut pun menjadi perhatian warga sekitar.

Purwanto menambahkan, di wilayah Cigalontang kemungkinan besar terdapat sekolah negeri yang bisa menjadi alternatif bagi warga. Namun begitu, ia tetap menekankan bahwa yayasan Al Kautsar wajib bertanggung jawab penuh atas penyelenggaraan pendidikan beserta fasilitas pendukung KBM.

"(Tanyakan) Ke yayasannya dulu, karena di daerah itu kemungkinan ada sekolah negeri. Tapi yayasan harus bertanggung jawab atas penyelenggaraan pendidikan beserta fasilitas guna mendukung KBM," tuturnya.

Follow bandungline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: harapanrakyat.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks