Pencarian

Gelandang Liverpool Rawan Dibongkar Newcastle, Andoni Iraola Butuh Gelandang Bertahan?

Rabu, 26 Agustus 2026 • 13:22:31 WIB
Gelandang Liverpool Rawan Dibongkar Newcastle, Andoni Iraola Butuh Gelandang Bertahan?
Gelandang Liverpool, Ryan Gravenberch, kehilangan bola yang berujung pada gol kedua Newcastle United dalam laga di St James' Park, Minggu (15/2).

JAWA BARAT — Pertandingan baru berjalan empat menit di St James' Park, Minggu (15/2), ketika skema serangan balik Newcastle United menghancurkan pertahanan Liverpool yang belum sempat berdiri. Anthony Elanga menjadi eksekutor setelah umpan satu-dua yang memotong seluruh lini tengah The Reds. Liverpool tak punya struktur bertahan sama sekali, dan gol itu menjadi mimpi buruk bagi pelatih Andoni Iraola.

Masalah yang sama terulang di babak kedua. Ryan Gravenberch kehilangan bola setelah mencoba back-heel di tepi kotak penalti Newcastle. Yoane Wissa berlari menembus tengah, melewati sejumlah pemain Liverpool, lalu memberikan umpan kepada Joe Willock yang menuntaskannya dengan dingin.

Dua Gol yang Berawal dari Kesalahan Gravenberch

Gravenberch memang menjadi assist untuk gol penyeimbang Gakpo, namun dua gol Newcastle lahir dari area yang sama: posisi gelandang bertahan yang terlalu tinggi. Saat Elanga mencetak gol pembuka, Gravenberch dan Dominik Szoboszlai justru berada di kotak penalti Newcastle. Tidak ada satu pun gelandang yang menjaga area di depan lini belakang.

"Saya pikir ini bukan soal personel. Saya paham Anda mengatakan Gravenberch adalah gelandang bertahan dan dia berada di tepi kotak penalti, tapi jika dia mencetak gol, kita semua akan memuji permainannya," kata Iraola dalam konferensi pers usai laga.

Statistik Gelandang Liverpool yang Memprihatinkan

Data membuktikan kerapuhan itu. Szoboszlai tidak membuat satu pun tekel dan hanya memenangkan 3 dari 10 duel (30 persen). Gravenberch juga gagal membuat tekel dan memenangkan 4 dari 10 duel (40 persen).

Perbandingannya terlihat jelas saat Alexis Mac Allister masuk menggantikan Florian Wirtz setelah Newcastle unggul 2-1. Gelandang asal Argentina itu langsung membuat dua tekel dan memenangkan 4 dari 5 duel (80 persen). Liverpool pun tampak lebih stabil secara defensif, meski Mac Allister lebih nyaman bermain sebagai gelandang box-to-box.

Expected goals (xG) pertandingan ini menunjukkan Newcastle 1,43 dan Liverpool 2,73. Tim tuan rumah memanfaatkan peluang mereka secara kejam, sementara Liverpool membayar mahal setiap kesalahan transisi.

Mengapa Liverpool Belum Juga Datangkan Gelandang Bertahan?

Liverpool tidak memiliki gelandang bertahan murni sejak Fabinho hengkang pada 2023. Mantan striker Liverpool, Daniel Sturridge, mengkritik keras situasi ini di Sky Sports. "Liverpool tidak punya profil pemain seperti itu sekarang. Tim ini sudah membutuhkan gelandang bertahan selama tiga tahun. Jika Anda menganalisis lini tengah mereka, semua pemainnya secara alami adalah pemain menyerang," ujarnya.

Menjelang penutupan bursa transfer, prioritas Liverpool tetap merekrut pemain sayap, bukan gelandang, meski Curtis Jones telah hengkang. Iraola disebut puas dengan kedalaman lini tengahnya yang memiliki Wataru Endo, Trey Nyoni, dan James McConnell sebagai pelapis.

Liverpool pernah mencoba mendatangkan Moises Caicedo pada 2023 dan Martin Zubimendi pada 2024, namun keduanya gagal. Klub juga sempat menanyakan Adam Wharton, tetapi Crystal Palace menegaskan pemain 22 tahun itu tidak dijual.

Musim lalu, Gravenberch tampil brilian dan membantu Liverpool meraih gelar Premier League. Namun performa itu justru menutupi masalah mendasar yang kembali terlihat jelas di St James' Park. Jika Liverpool ingin dianggap serius, mereka tidak boleh terus kebobolan gol seperti itu secara rutin.

Follow bandungline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bbc.co.uk

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks