JAWA BARAT — Kesepakatan ini mengakhiri spekulasi masa depan Jones di Anfield yang menggantung sejak musim lalu. Liverpool terpaksa melepas pemain berusia 25 tahun itu karena kontraknya tersisa satu musim dan sang pemain tak kunjung meneken perpanjangan.
Rincian Pembayaran dan Durasi Kontrak
Dikutip dari The Athletic, Nerazzurri membayar 30 juta euro di muka, sisanya berupa bonus-bonus yang bisa terpenuhi seiring penampilan Jones. Nilai tersebut dianggap wajar mengingat status Jones sebagai produk akademi Liverpool yang sudah membuktikan diri di level tertinggi.
Jones diperkirakan mendarat di Milan dalam waktu dekat untuk menjalani pemeriksaan medis. Setelah itu, ia akan diperkenalkan resmi sebagai rekrutan anyar Inter di lini tengah.
Kepergian yang Tak Terhindarkan dari Anfield
Kepindahan ini sebenarnya sudah diprediksi sejak akhir musim 2025/2026. Jones, yang merupakan satu-satunya pemain asli Scouser di skuad utama Liverpool, tidak kunjung mencapai kata sepakat soal kontrak baru. Manajemen The Reds pun memilih melepasnya ketimbang kehilangan dengan gratis tahun depan.
Selama berseragam Liverpool sejak debut pada 2019, Jones mencatatkan 222 penampilan di semua kompetisi dengan kontribusi 22 gol dan 25 assist. Angka yang solid untuk seorang gelandang serba bisa.
Peran Jones di Skuad Berbintang Inter
Kehadiran Jones akan menambah sesak lini tengah Inter yang sudah dihuni Nicolo Barella, Hakan Calhanoglu, Petar Sucic, Piotr Zielinski, Henrikh Mkhitaryan, hingga Aleksandar Stankovic. Kompetisi memperebutkan tempat starter dijamin berjalan ketat.
Namun, fleksibilitas Jones yang bisa bermain sebagai gelandang tengah, box-to-box, maupun sayap memberi Simone Inzaghi opsi taktis tambahan. Ia juga menjadi pemain Inggris ketiga yang diboyong Inter pada bursa transfer musim panas ini, setelah John Stones dan Djed Spence.
Mengapa Inter Berani Keluar Uang Banyak?
Inter butuh darah segar di sektor tengah mengingat usia Mkhitaryan yang sudah tidak muda lagi. Jones dinilai punya energi dan kualitas progresif yang cocok dengan gaya main Serie A yang lebih mengandalkan taktik dan pressing.
Kesepakatan ini juga menunjukkan ambi Inter untuk terus bersaing di papan atas Liga Italia dan Eropa, dengan menyuntikkan pemain berusia produktif ke dalam skuad utama.