JAWA BARAT — Keputusan Arne Slot mencoret nama Harvey Elliott dari daftar pemain yang dibawa ke St James' Park pada akhir pekan lalu menjadi sinyal kuat bahwa posisi pemain asal Inggris itu di skuad utama Liverpool musim ini semakin terpinggirkan. Ia bukan tengah mengalami cedera, dan kepergiannya dari skuad juga tidak terkait dengan proses transfer. Hanya saja, fakta itu justru memperjelas statusnya di mata pelatih.
Kontrak Elliott di Anfield akan habis pada musim panas 2026. Liverpool sendiri belum menerima tawaran resmi untuk pemain yang menghabiskan musim lalu dengan status pinjaman di Aston Villa tersebut.
Musim Lalu yang Membuang Waktu di Aston Villa
Keputusan Elliott bergabung dengan Aston Villa pada musim 2024/2025 ternyata berujung petaka bagi kariernya. Ia hanya tampil sembilan kali dengan total 277 menit bermain. Unai Emery bahkan menyebut situasi yang dialami Elliott sebagai hal yang "memalukan" bagi semua pihak.
Villa sejak awal memutuskan tidak ingin mengaktifkan kewajiban pembelian senilai 35 juta poundsterling jika Elliott mencapai 10 penampilan. Alhasil, ia hanya menjadi penghangat bangku cadangan di tengah keberhasilan Villa menjuarai Liga Europa.
Elliott sendiri mengakui musim tersebut sangat berat secara personal. "Saya tidak mendoakan hal ini menimpa pemain lain, karena ini sama sekali tidak menyenangkan," ujarnya saat berbicara di Amerika Serikat pada pramusim lalu.
Sempat Bersinar di Pramusim, Lalu Tergusur Lagi
Sebelum musim ini bergulir, Elliott sempat menunjukkan optimisme tinggi. Ia berbicara tentang rasa cintanya pada Liverpool—klub yang ia dukung sejak kecil—dan keinginannya untuk menikmati sepak bola lagi setelah masa sulit di Villa.
Pelatih anyar Liverpool, Andoni Iraola, bahkan sempat memberinya kesempatan tampil sebagai starter di dua laga pramusim pertama melawan Nashville dan Wrexham. Namun begitu para pemain yang baru kembali dari tugas internasional bergabung, Elliott kembali tersingkir ke bangku cadangan.
Iraola sendiri sempat memuji etos kerja Elliott. "Saya melihatnya memiliki keinginan besar untuk menunjukkan diri. Ia datang seminggu lebih awal dan saya harap kami bisa melihatnya dalam kondisi yang baik," kata Iraola dalam konferensi pers perkenalannya.
Butuh Menit Bermain, Bukan Musim Kedua yang Sia-sia
Elliott sejatinya adalah pemain dengan kualitas yang tidak perlu diragukan. Ia pernah mencetak gol kemenangan untuk Liverpool di kandang PSG pada musim lalu—saat PSG akhirnya juara Liga Champions. Catatannya bersama Liverpool juga impresif: 15 gol dan 21 assist di semua kompetisi.
Namun, pada usia 23 tahun, ia tidak bisa lagi membuang satu musim penuh hanya untuk duduk di bangku cadangan. Elliott sendiri pernah menegaskan bahwa ia harus "egois" demi kariernya.
"Pada akhirnya, saya tetap ingin bersikap egois, melakukan apa yang terbaik untuk diri saya sendiri. Entah itu bertahan di sini dan memperebutkan tempat, atau mungkin pindah ke tempat lain, saya masih belum yakin sampai saya mendapat informasi lebih lanjut," ujarnya.
Dengan bursa transfer musim panas yang hanya menyisakan sekitar satu pekan lagi, dan Liverpool yang diperkirakan masih akan mendatangkan pemain depan baru, peluang Elliott untuk mendapatkan menit bermain reguler di Anfield musim ini tampak semakin tipis. Kepindahan ke klub Premier League lain atau liga Eropa bisa menjadi jalan keluar terbaik bagi semua pihak.