KUALA LUMPUR — Kepastian naturalisasi penyerang asal Brasil itu menjadi kabar besar bagi sepak bola Asia Tenggara. Bergson, yang telah membela JDT sejak 2021, kini berpeluang tampil di Grup A Premier Division bersama Indonesia, Singapura, dan Bangladesh. Kehadirannya diprediksi akan mengubah peta kekuatan lini depan Malaysia di turnamen dua tahunan tersebut.
Rekor 192 Gol dalam 189 Laga: Modal Utama Harimau Malaya
Produktivitas Bergson bersama JDT sulit dibantah. Selama lima tahun berkarier di Liga Super Malaysia, pemain kelahiran Alegrete, 9 Februari 1991 itu, telah mengoleksi 192 gol dari 189 penampilan. Catatan nyaris satu gol per laga ini menjadi senjata baru yang paling ditakuti lawan.
Ketajamannya bukan hanya sekadar statistik. Bergson menjadi tulang punggung JDT dalam mendominasi kompetisi domestik dan tampil kompetitif di ajang Asia. Pengalamannya bermain di level klub tertinggi Asia menjadi nilai lebih yang tidak dimiliki banyak pemain lokal Malaysia.
Pernyataan Perdana Sang Striker Usai Resmi Dinaturalisasi
Usai memastikan status kewarganegaraannya, Bergson langsung menyampaikan komitmennya. Ia mengaku bangga bisa memperkuat JDT dan antusias menyambut musim kompetisi yang akan datang.
"Bangga, saya bangga bermain untuk JDT dan saya juga sangat gembira. Pertandingan pertama kami di sini, satu gelar lagi, satu trofi lagi, dan itulah jalannya," ujar Bergson, dikutip dari Astro Arena.
"Terus berkembang, musim besar menanti, dan saya sangat senang bisa kembali berada di sini," tambahnya.
Apa Artinya bagi Skuad Garuda?
Bagi Timnas Indonesia, kabar ini menjadi sinyal bahaya. Malaysia tidak lagi hanya mengandalkan pemain naturalisasi dari Eropa atau pemain keturunan, tetapi kini memiliki penyerang haus gol yang sudah teruji di iklim sepak bola Asia Tenggara.
Pertemuan Indonesia dan Malaysia di fase grup dipastikan akan berjalan sengit. Duel lini belakang Indonesia melawan insting mencetak gol Bergson akan menjadi salah satu plot menarik yang dinantikan publik sepak bola regional.
Dengan statusnya sebagai pemain asing yang sudah melewati masa tinggal lima tahun, proses naturalisasi Bergson dinilai cepat dan sesuai regulasi FIFA. Keputusan ini juga menunjukkan ambisi besar Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) untuk tampil maksimal di turnamen yang akan digelar di Singapura tersebut.