CIREBON — Siti Hamidah, mahasiswi Ilmu Komunikasi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, resmi dinobatkan sebagai Duta Lingkungan Jawa Barat 2026. Perempuan 21 tahun asal RW 07 Kayuwalang, Kelurahan Karya Mulya, Kecamatan Kesambi ini juga membawa pulang atribut Best Pilot Project dan masuk jajaran Top 3 Putri Edukasi Lingkungan Jawa Barat 2026.
Ketertarikannya pada isu lingkungan berawal dari tugas pengabdian masyarakat saat menjabat Jaka Rara Kota Cirebon 2025. Penugasan itu membawanya ke Kelurahan Karya Mulya, tempat Bank Sampah setempat baru berdiri pada awal 2025.
Hamidah langsung dipercaya menjadi sekretaris bank sampah. Dari posisi tersebut, ia menyaksikan langsung kondisi darurat sampah di Kota Cirebon, terutama TPA Kopi Luhur yang sudah overcapacity.
Darurat Sampah 23 Ton per Hari di Karya Mulya
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup, rata-rata produksi sampah di Kota Cirebon mencapai 0,7 hingga 1 kilogram per orang per hari. Untuk Kelurahan Karya Mulya yang dihuni 23.000 jiwa, volume sampah yang dihasilkan mencapai 17 hingga 23 ton per hari.
"Kita yang membuang merasa beban hilang, tapi sampah yang dihasilkan tidak benar-benar selesai, hanya berpindah tempat. Dari situ saya sadar bahwa kita sebagai produsen sampah harus punya pertanggungjawaban atas apa yang kita perbuat," ungkap Hamidah.
Metode PELITA dan Lonjakan Nasabah Bank Sampah
Awalnya, partisipasi warga dalam pengelolaan sampah hanya sekitar 20 persen. Hamidah kemudian menggagas metode inovatif bernama PELITA, singkatan dari Petakan Potensi dan Permasalahan Sampah.
Berkat konsistensi penerapan metode tersebut, bank sampah di Kelurahan Karya Mulya berkembang pesat. Dalam kurun waktu satu setengah tahun, jumlah nasabah melonjak hingga 220 orang dengan omzet tutup buku tahunan mencapai Rp10 juta.
"Puncak pencairan tabungan nasabah menjelang bulan puasa bahkan mencapai Rp500.000 per orang. Uang itu dimanfaatkan warga untuk membeli kebutuhan pokok hingga seragam sekolah anak. Ini membuktikan bahwa sampah dapat dikelola bernilai ekonomi tinggi," kata Hamidah.
Seleksi Ketat dan Apresiasi Wakil Wali Kota Cirebon
Perjalanan menuju tingkat provinsi melewati rangkaian seleksi ketat selama kurang lebih dua bulan. Proses tersebut meliputi program pengabdian masyarakat hingga masa karantina dan grand final di Bandung pada 31 Juli-1 Agustus 2026.
Keberhasilan Hamidah membawa nama baik Kota Cirebon mendapat apresiasi langsung dari Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati. Dalam pertemuan terbaru, keduanya membahas peluang kolaborasi strategis, termasuk sinergi dengan program lingkungan kota serta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
Hamidah didampingi Ketua LPM Karya Mulya, Muhammad Yani, saat memenuhi undangan Wakil Wali Kota untuk membahas tindak lanjut program pengelolaan sampah berbasis masyarakat ini.