JAWA BARAT — Pembukaan nominasi ini merupakan kelanjutan dari komitmen DPD RI untuk memberi panggung penghormatan kepada figur-figur inspiratif di daerah yang selama ini bekerja tanpa sorotan publik nasional. Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin, menegaskan bahwa kekuatan pembangunan Indonesia tidak hanya bertumpu pada pemerintah pusat dan kota-kota besar, melainkan pada inisiatif masyarakat di seluruh Nusantara.
"Melalui ajang ini, DPD RI ingin mempertegas bahwa kekuatan pembangunan Indonesia bertumpu pada inisiatif dan kerja keras masyarakat di seluruh wilayah Nusantara, bukan hanya pada pusat pemerintahan dan kota-kota besar," ucap Sultan dalam penyelenggaraan DPD Awards tahun 2025 lalu.
Empat Kategori Penghargaan yang Bisa Diikuti Publik
DPD RI Awards 2026 tidak hanya berfokus pada sektor ekonomi, tetapi juga merangkul bidang sosial dan budaya. Masyarakat bisa mengusulkan kandidat yang dinilai layak dalam empat kategori berbeda, masing-masing dengan kriteria penilaian yang spesifik:- Inovator Pendidikan Nonformal: Diberikan kepada individu berdedikasi yang mengembangkan pendidikan luar sekolah untuk memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat.
- Inovasi Teknologi Kesehatan: Menyasar profesional atau akademisi yang menghasilkan riset klinis, penemuan obat, terapi, atau alat kesehatan yang bermanfaat bagi publik.
- Penggerak Desa Mandiri Pangan: Ditujukan bagi tokoh yang mendorong kemandirian pangan melalui pemanfaatan potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
- Pelestari Seni dan Budaya: Apresiasi untuk individu yang aktif mempromosikan budaya daerah hingga kancah nasional dan internasional.
Selain empat kategori tersebut, DPD RI juga akan memberikan Special Recognition Awards bagi tokoh, individu, maupun kelompok yang dinilai memiliki kontribusi konsisten dan berkelanjutan bagi daerahnya.
Mengapa Sektor Pangan Menjadi Fokus Utama
Dalam keterangan resminya, DPD RI menyoroti bahwa keterlibatan masyarakat di level desa menjadi kunci vital untuk menahan laju inflasi pangan. Sektor pangan yang mandiri dinilai tidak hanya menjaga pasokan dapur warga, tetapi juga menjadi fondasi untuk menciptakan arus putaran uang yang sehat di tingkat lokal."Kehadiran ajang penghargaan ini menjadi harapan agar semakin banyak apresiasi yang diberikan kepada masyarakat dan menjadi sebuah inspirasi bagi daerah lainnya," tulis DPD dalam keterangan tertulisnya, Selasa (18/8/2026).
Para kandidat yang masuk nominasi dinilai berdasarkan kontribusinya yang mencakup sektor pendidikan, sosial, kesehatan, pariwisata, ekonomi kreatif, kebudayaan, hingga pelestarian lingkungan. Sultan menambahkan bahwa masih banyak tokoh daerah yang menjadi penggerak perubahan signifikan namun belum mendapat apresiasi yang memadai di tingkat pusat.
"Beberapa kategori pantas diberikan kepada orang daerah atau tokoh-tokoh daerah yang memang kontribusinya cukup signifikan," katanya.
Cara Mengusulkan dan Batas Waktu Pendaftaran
Masyarakat umum, akademisi, hingga pelaku bisnis dapat berpartisipasi dengan mengakses situs resmi awards.dpd.go.id/nominasi. Proses pengusulan terbuka lebar tanpa batasan jumlah kandidat per daerah, namun panitia menegaskan tenggat waktu pendaftaran tidak akan diperpanjang.Setiap usulan akan melalui proses kurasi dan verifikasi oleh tim panel DPD RI sebelum akhirnya ditetapkan sebagai penerima penghargaan. Inisiatif ini sekaligus menjadi ajang bagi publik untuk merekomendasikan "pahlawan ekonomi" yang selama ini berkontribusi nyata dalam menggerakkan roda perekonomian dari tingkat akar rumput.