Pencarian

SMK Karnas Kuningan Keluarkan 20 Siswa Terlibat Tawuran, Aksi Balasan Usai Anggota Sekolah Dikejar Siswa SMK Muhammadiyah

Jumat, 31 Juli 2026 • 22:24:31 WIB
SMK Karnas Kuningan Keluarkan 20 Siswa Terlibat Tawuran, Aksi Balasan Usai Anggota Sekolah Dikejar Siswa SMK Muhammadiyah
Kepala sekolah SMK Karnas Kuningan mengumumkan sanksi pengeluaran terhadap 20 siswa yang terlibat tawuran.

KUNINGAN — Tawuran antar-pelajar di Kuningan berbuntut sanksi tegas. SMK Karnas memutuskan mengeluarkan kurang lebih 20 siswa yang terlibat penyerangan ke kelompok siswa lain pada Kamis (30/7/2026) sore. Keputusan itu diambil berdasarkan aturan sekolah yang melarang keras siswa ikut tawuran, merusak fasilitas umum, dan membawa senjata tajam.

Perwakilan Bagian Kesiswaan SMK Karnas, Tata, mengatakan keputusan tersebut telah disampaikan langsung kepada orang tua atau wali murid. “Mau tidak mau (keputusan mengeluarkan siswa diambil), itu aturan yang sudah disepakati, (total yang disanksi) kurang lebih 20 orang, itu menurut info dari Wakasek,” ujarnya saat dikonfirmasi Jumat (31/7/2026).

Pemicu Tawuran: Siswa Mengaku Dikuntit Sebelumnya

Sebelum menjatuhkan sanksi, pihak kesiswaan menggali informasi dari para siswa yang diduga terlibat. Hasilnya, aksi penyerangan tersebut merupakan bentuk solidaritas setelah rekan-rekan mereka kerap diikuti dan dikejar siswa SMK Muhammadiyah sepulang sekolah.

“(Ternyata) Sebelumnya ada siswa kita, SMK Karnas, setiap pulang sekolah, diikuti, dikejar siswa SMK Muhammadiyah. (Jadi kemarin itu aksi balasan?) Semacam solidaritas, meskipun tindakan itu (tetap) dianggap salah,” kata Tata.

Kendati ada faktor pemicu, Tata menegaskan tindakan main hakim sendiri tetap melanggar aturan. Sekolah memilih menempuh jalur tegas ketimbang menoleransi aksi yang berpotensi membahayakan keselamatan banyak orang.

Apakah Pelaku Murni dari SMK Karnas?

Tata belum bisa memastikan apakah seluruh pelaku penyerangan berasal dari sekolahnya. Informasi dari lapangan, kata dia, aksi tersebut diduga melibatkan siswa dari sekolah lain.

“Kalau menurut informasi di lapangan, mudah-mudahan tidak salah, takutnya dari SMK lain juga, cuma kan harus dicek lapangan dan dilidik kepolisian, kan kita bukan polisi,” akunya.

Pihak sekolah menyerahkan proses penyelidikan lebih lanjut kepada aparat kepolisian untuk memastikan keterlibatan pihak lain dalam insiden tersebut.

Antisipasi Tawuran Lanjutan: Larangan Nongkrong Sepulang Sekolah

SMK Karnas memperkuat pengawasan dengan mewajibkan siswa langsung pulang setelah jam pelajaran berakhir. Briefing khusus diberikan agar para siswa tidak berkumpul atau nongkrong di luar sekolah yang berpotensi memancing kericuhan.

Instruksi serupa juga disampaikan Camat Kuningan pada hari kejadian. Para siswa diminta menaati larangan nongkrong sepulang sekolah untuk mencegah terjadinya pertemuan antar-kelompok yang bisa memicu tawuran susulan.

Sayangnya, Tata masih mendapati sejumlah siswa dari sekolah lain nongkrong di warung sekitar sekolah sepulang sekolah pada Jumat (31/7/2026). Kondisi itu dinilai rawan memicu kericuhan lanjutan jika tidak segera diantisipasi.

Follow bandungline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kuninganmass.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks