BANDUNG — Polresta Bandung mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih posisi puncak dalam penilaian Pos Pengamanan (PAM) Terpadu Operasi Ketupat Lodaya 2026. Tim penilai dari Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda) Polda Jawa Barat memberikan skor tertinggi bagi jajaran yang dipimpin Kombes Pol Aldi Subartono tersebut.
Penilaian yang berlangsung sepanjang 13 hingga 25 Maret 2026 ini melibatkan tim gabungan lintas fungsi, mulai dari Itwasda, Biro SDM, hingga Bidhumas Polda Jabar. Polresta Bandung berhasil menyisihkan pesaing kuat lainnya di wilayah hukum Jawa Barat melalui proses verifikasi lapangan yang mendalam dan transparan.
Tujuh Aspek Penilaian dan Dominasi Skor 94
Keberhasilan Polresta Bandung didorong oleh konsistensi performa di tujuh aspek penilaian yang mencakup 56 indikator teknis. Tim penilai memeriksa secara detail mulai dari kesiapan personel di pos lapangan, kelengkapan sarana prasarana, hingga efektivitas koordinasi antarinstansi dalam mengurai kepadatan arus mudik.
Inspektur Pengawasan Daerah Polda Jabar, Komisaris Besar Polisi Benny Subandi, menjelaskan bahwa evaluasi ini merupakan tolok ukur nyata kesiapan kepolisian dalam melayani masyarakat. Fokus utama penilaian terletak pada bagaimana sebuah pos pengamanan mampu merespons kebutuhan publik secara cepat dan tepat di tengah tekanan arus lalu lintas.
“Penilaian ini menjadi tolok ukur kesiapan personel, sarana prasarana, serta efektivitas pelayanan kepada masyarakat agar berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar Benny dalam laporan resminya, Selasa (5/5/2026).
Pemanfaatan Media Sosial Jadi Kunci Kemenangan
Satu hal yang menonjol dalam penilaian tahun ini adalah bobot signifikan pada aspek komunikasi digital. Keaktifan di media sosial menyumbang 20 persen dari total nilai akhir, di mana Polresta Bandung dinilai paling progresif dalam membangun interaksi dengan publik melalui berbagai platform digital.
Pemanfaatan TikTok, Instagram, YouTube, dan Facebook bukan sekadar formalitas, melainkan menjadi kanal krusial untuk menyampaikan informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas secara real-time. Strategi ini dianggap efektif dalam memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus memberikan panduan bagi para pemudik yang melintasi wilayah Kabupaten Bandung.
Komitmen Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh anggotanya yang telah bekerja keras selama operasi berlangsung. Menurutnya, predikat juara umum ini merupakan buah dari dedikasi dan loyalitas personel yang bertugas di titik-titik krusial selama masa Lebaran.
“Prestasi ini adalah hasil kerja keras, dedikasi, dan loyalitas seluruh personel di lapangan yang telah menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh anggota yang telah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Aldi Subartono.
Ia menegaskan bahwa pencapaian ini bukan merupakan akhir dari target kinerja, melainkan motivasi untuk terus berinovasi. Aldi berharap capaian skor 94 ini menjadi standar baru bagi jajaran Polresta Bandung dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga di masa mendatang.