BOGOR — Pembangunan sport center nasional di Rancabungur tidak hanya menyiapkan venue olahraga, tetapi juga memaksa pemerintah pusat membenahi akses menuju kawasan seluas sekitar 500 hektare itu. Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengungkapkan bakal ada boulevard sepanjang delapan kilometer yang dirancang khusus untuk membuka keterisolasian kawasan tersebut.
“Rencana pemerintah pusat itu akan ingin membuat bukaan langsung ke lokasi itu. Kalau misalnya ini proyek strategis nasional, pasti akan ada pintu khusus,” kata Ajat, Senin (24/8/2026).
Jalan Lingkungan Terlalu Sempit untuk Bus dan Truk
Dokumen tinjauan aksesibilitas kawasan menunjukkan kondisi jalan menuju lokasi pengembangan tahap I, II, dan III saat ini relatif sulit dilewati. Sejumlah jalan lingkungan dari arah Jalan Raya Pabuaran, Jalan Raya Rancabungur, Jalan Parung Hijau, maupun Jalan H. Miing memiliki lebar yang cenderung menyempit.
Kondisi itu menyulitkan kendaraan roda empat, bus, hingga truk berat untuk masuk ke lokasi pembangunan. Karena itu, pemerintah pusat menyiapkan boulevard utama yang nantinya tersambung langsung dengan Tol Lingkar Bogor.
Jalan Rancabungur-Leuwiliang Ikut Terakselerasi
Ajat menjelaskan keberadaan proyek strategis nasional ini justru mempercepat rencana konektivitas yang sudah lama disiapkan Pemkab Bogor. Salah satunya adalah pembangunan Jalan Rancabungur-Leuwiliang yang masuk dalam perencanaan jangka panjang daerah.
“Jadi nanti ada Jalan Rancabungur-Leuwiliang. Ini sebenarnya perencanaan jangka panjang kita. Hanya karena ini dijadikan proyek strategis nasional dan pusat pun membuat jalan di sini, kurang lebih trase-nya hampir sama. Jadi kita manfaatkan itu,” ujarnya.
Jalur tersebut nantinya membuka akses dari Leuwiliang menuju Kemang dan berada tidak jauh dari koridor Bojonggede-Kemang (Bomang) yang tengah dikembangkan pemkab. Pemerintah daerah juga menjaga trase sejumlah rencana jalan agar tidak terhambat pembangunan lain, termasuk perpanjangan Tol Lingkar Bogor menuju kawasan Dramaga.
Pembebasan Lahan Sepenuhnya di Tangan Pusat
Soal jadwal pembebasan lahan untuk tol tersebut, Ajat mengaku belum mendapat informasi pasti. Kewenangan itu berada di pemerintah pusat, sementara pemkab hanya bisa menunggu.
“Pembebasan itu dari pusat semuanya. Belum ada informasi kapan pembebasannya. Tapi biasanya kalau sudah banyak proyek strategis nasional, mereka percepat sendiri,” katanya.
Akses Awal dari BSD-Serpong dan Usulan TMMD
Selain dari arah Bogor, mobilisasi pembangunan sport center juga direncanakan masuk melalui kawasan Agrinas dari arah BSD-Serpong. Pemkab Bogor bahkan mengusulkan pembukaan jalan boulevard dilakukan lebih dulu lewat program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).
“Pak Bupati kemarin menyarankan itu. Hanya kalau di kementerian pasti mereka lapor dulu ke pimpinan. Itu belum ada jawaban ke kita,” kata Ajat.
Keseluruhan kawasan pengembangan bersama fasilitas Kementerian Pertahanan mencapai sekitar 750 hektare yang membentang di wilayah Rancabungur dan sebagian Rumpin. Kementerian Pemuda dan Olahraga menyebut pembangunan Akademi Olahraga Nasional dan Pusat Pelatihan Tim Nasional membutuhkan anggaran sekitar Rp5 triliun.
Pembangunan fisik dijadwalkan berlangsung pada 2027-2028 dan seluruh fasilitas ditargetkan rampung pada awal 2029. Kawasan ini akan dilengkapi sekolah khusus atlet dari jenjang SD hingga SMA, pusat penelitian olahraga, asrama, serta fasilitas latihan untuk 21 cabang olahraga unggulan nasional.