Pencarian

Pemkab Bogor Rancang Enam Stasiun Kereta Baru di Jalur Parung Panjang-Jasinga untuk Konektivitas Bogor Barat

Senin, 24 Agustus 2026 • 07:30:00 WIB
Pemkab Bogor Rancang Enam Stasiun Kereta Baru di Jalur Parung Panjang-Jasinga untuk Konektivitas Bogor Barat
Pemkab Bogor merencanakan pembangunan enam stasiun kereta baru di jalur Parung Panjang-Jasinga untuk meningkatkan konektivitas Bogor Barat.

CIBINONG — Enam stasiun kereta baru bakal dibangun di jalur Parung Panjang-Jasinga sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bogor menghadirkan transportasi massal berbasis rel di wilayah barat. Rencana ini merupakan tindak lanjut kajian awal Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Bogor pada 2025.

Trase Parung Panjang-Jasinga terpilih setelah melalui penilaian terhadap 15 kriteria yang mencakup aspek teknis, ekonomi, sosial, dan lingkungan. Jalur ini dinilai lebih direkomendasikan dibandingkan alternatif Tenjo-Jasinga yang juga masuk dalam dokumen perencanaan Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor.

Spesifikasi Jalur: 27 Kilometer dengan Enam Perlintasan Sebidang

Jalur kereta ini dirancang membentang sekitar 27,26 kilometer dengan konstruksi at grade atau di permukaan tanah menggunakan jenis rel heavy rail. Sepanjang rute tersebut, direncanakan enam stasiun baru yang terhubung dengan satu stasiun eksisting di Parung Panjang.

Kereta pada jalur ini diproyeksikan memiliki waktu tempuh sekitar 24 menit dan didukung enam perlintasan sebidang serta 17 jembatan. Adapun biaya operasional kereta dalam kajian awal diperkirakan berkisar Rp20.000 hingga Rp30.000 per penumpang.

Alternatif trase Tenjo-Jasinga yang dirancang sepanjang 18,6 kilometer hanya memiliki tiga titik stasiun dan melintasi Kecamatan Tenjo hingga Jasinga. Sementara Parung Panjang-Jasinga dalam dokumen Dishub membentang sekitar 26,5 kilometer melintasi Parung Panjang, Rumpin, Cigudeg, Jasinga, dan Tenjo.

Mengapa Bogor Barat Butuh Transportasi Massal?

Pengembangan transportasi berbasis rel ini tidak hanya dimaksudkan untuk mengurai kepadatan lalu lintas, tetapi juga membuka akses dan mendorong munculnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah barat Kabupaten Bogor.

"Prinsipnya, kita ingin transportasi menjadi bagian dari pengembangan wilayah. Ketika konektivitasnya semakin baik, mobilitas masyarakat meningkat, pusat-pusat ekonomi baru tumbuh dan manfaat pembangunan bisa dirasakan lebih merata," ujar Ajat di Cibinong, Minggu.

Jalur kereta ini diarahkan untuk melayani pergerakan komuter sekaligus menjadi pengumpan penumpang menuju jaringan KRL Commuter Line Jabodetabek melalui Stasiun Parung Panjang. Rencana ini sejalan dengan pengembangan Parung Panjang sebagai pusat pelayanan kawasan berbasis transit oriented development (TOD).

Sementara itu, Tenjo diarahkan untuk pengembangan stasiun barang dan penguatan konektivitas jaringan antarkota serta perkotaan.

Tahapan Proyek: dari Studi Kelayakan hingga Operasional

Ajat menegaskan rencana pembangunan transportasi ini masih membutuhkan kajian komprehensif, antara lain mengenai trase, kapasitas, keselamatan, tata ruang, kebutuhan lahan, dampak lingkungan, integrasi antar-moda, hingga kelayakan investasi.

Dokumen Dishub Kabupaten Bogor membagi pengembangannya menjadi empat tahapan. Tahap pertama dimulai dari pra-studi kelayakan, penentuan trase indikatif, dan konsultasi publik. Tahapan berikutnya meliputi studi kelayakan komprehensif, analisis mengenai dampak lingkungan (amdal), desain awal, penyusunan detail engineering design (DED), pembebasan lahan, serta penentuan skema pendanaan.

Setelah tahapan tersebut rampung, proyek dapat dilanjutkan dengan konstruksi fisik, pengadaan sarana kereta, uji coba terbatas hingga operasional penuh.

"Semua harus dikaji secara komprehensif. Arahan bupati adalah bagaimana kita menyiapkan transportasi yang tidak hanya menyelesaikan persoalan hari ini, tetapi juga menjadi fondasi pengembangan Kabupaten Bogor ke depan," kata Ajat.

Follow bandungline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: megapolitan.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks