BOGOR — Stasiun Bogor akan bertransformasi menjadi kawasan transportasi terpadu yang lebih modern dan ikonik. Hal ini menyusul pertemuan antara Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin dan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim di Balai Kota Bogor, Kamis, yang menghasilkan kesepakatan untuk merevitalisasi stasiun tersebut secara menyeluruh.
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menegaskan bahwa revitalisasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan kualitas layanan kereta api di wilayah Bogor. Fokus utamanya adalah menciptakan stasiun yang lebih nyaman dan mampu menampung lonjakan jumlah penumpang.
"Terutama terkait kita akan melakukan revitalisasi Stasiun Bogor. Nantinya Stasiun Bogor akan lebih nyaman, kapasitasnya bisa menampung lebih banyak, lebih indah," kata Bobby dalam keterangannya, Kamis.
Penataan Kawasan Stasiun dan Alun-Alun Bogor
Penataan Stasiun Bogor tidak hanya berfokus pada bangunan utama stasiun, tetapi juga mencakup integrasi dengan Alun-alun Kota Bogor yang letaknya berdampingan. Pembahasan ini menjadi prioritas utama dalam pertemuan tersebut.
"Yang utama adalah penataan kawasan Stasiun Bogor-Alun-alun dan rencana aktivasi dari Bogor ke Cigombong," ujar Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim.
Ruang lingkup penataan kawasan ini meliputi pengaturan area naik dan turun penumpang, penataan tempat pemberhentian transportasi umum atau feeder, hingga pengelolaan alur antar-jemput yang lebih tertib. Langkah ini diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas di sekitar stasiun yang selama ini menjadi titik kemacetan.
Dukungan Pemkot dan Rencana Tindak Lanjut
Pemkot Bogor menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan ini dengan menyiapkan sarana dan prasarana pendukung. Untuk memperkuat kolaborasi, kedua pihak akan segera menyusun nota kesepahaman (MoU) sebagai dasar hukum penataan kawasan tersebut.
"Insyaallah akan kita tata lebih baik lagi, lebih ikonik, kebanggaan Kota Bogor dan Indonesia untuk masa depan transportasi yang lebih nyaman," tambah Dedie.
Pengembangan Transportasi Rel Lainnya
Selain revitalisasi Stasiun Bogor, pertemuan tersebut juga membahas sejumlah rencana pengembangan transportasi berbasis rel di Kota Bogor. Beberapa di antaranya adalah fasilitas pelayanan perkeretaapian di Kelurahan Sukaresmi, pengembangan LRT, trem, serta aktivasi Stasiun Ciomas Rancamaya beserta pembukaan akses jalan.
Rencana perpanjangan relasi commuter line hingga Cigombong juga menjadi salah satu poin penting yang dibahas. Jika terealisasi, pengembangan ini akan semakin memperluas jangkauan layanan kereta api dan meningkatkan konektivitas antarwilayah di Bogor dan sekitarnya.