CIANJUR — Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo bersama Bupati Cianjur dan Kapolda Jabar Irjen Pol Pipit Rismanto turun ke sawah di Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, untuk menanam bawang putih secara simbolis. Aksi ini menandai perluasan program ketahanan pangan Polri yang sebelumnya telah berjalan di sejumlah wilayah sejak 2025.
Data yang disampaikan Wakapolri menyebutkan, capaian pengembangan bawang putih sepanjang 2025 hingga 2026 telah menjangkau total luas lahan 948 hektare dengan hasil panen basah mencapai 9.480 ton. Angka ini menjadi modal dasar bagi Polri untuk terus memperluas areal tanam di tahun-tahun berikutnya.
Rincian Lahan dan Target Panen di Jawa Barat
Untuk wilayah Jawa Barat saja, sebanyak 14 Polda dengan 59 Polres telah berpartisipasi aktif dalam program ini. Total lahan yang ditanami mencapai 279,53 hektare dengan estimasi hasil panen basah sebanyak 2.795,4 ton.
Di Kabupaten Cianjur sendiri, lahan yang digarap tersebar di dua kecamatan, yakni Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, dan Kecamatan Cugenang dengan total luas 6 hektare. Para petani lokal di wilayah Cianjur utara dilibatkan langsung dalam proses budidaya hingga panen.
Mengapa Polri Fokus pada Komoditas Bawang Putih?
Dedi Prasetyo mengungkapkan, ketahanan pangan merupakan kunci kemandirian bangsa. Menurutnya, swasembada pangan tidak hanya memenuhi kebutuhan rakyat tetapi juga memperkuat martabat Indonesia di mata dunia.
"Seperti yang selalu disampaikan Presiden Prabowo Subianto, ketahanan pangan merupakan kunci kemandirian bangsa," kata Dedi di Cianjur, Rabu.
Angka impor yang masih tinggi menjadi alasan utama program ini digencarkan. Kebutuhan bawang putih nasional mencapai lebih dari 600 ribu ton setiap tahunnya, namun sekitar 95 persen kebutuhan tersebut masih bergantung pada pasokan impor.
Strategi Polri Mengatasi Hambatan Budidaya
Kapolda Jabar Irjen Pol Pipit Rismanto membeberkan sejumlah tantangan dalam budidaya bawang putih, mulai dari keterbatasan sumber daya manusia (SDM), ketersediaan bibit, hingga pasokan air. Untuk menjawab persoalan tersebut, Polri menyiapkan tim riset kolaboratif beranggotakan 25 orang.
Tim ini melibatkan Bakomsus Pertanian, personel Polri, kelompok tani, mahasiswa, dan ahli pertanian. Mereka bertugas mempelajari karakteristik bibit, kondisi lahan, serta pola budidaya yang paling efektif sebelum hasilnya ditransfer kepada kelompok tani dan mitra di Jawa Barat, termasuk di Cianjur.
"Tim ini akan mempelajari bibit, karakteristik lahan, dan pola budidaya yang hasilnya akan ditransfer kepada kelompok tani dan para mitra di Jabar," ujar Pipit.
Rangkaian Program Ketahanan Pangan Polri
Penanaman serentak ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang lebih besar, mencakup panen raya dan peletakan batu pertama pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri. Langkah ini menegaskan komitmen institusi kepolisian dalam mendukung program Asta Cita pemerintah di sektor pertanian.