GARUT — BPBD Kabupaten Garut memprioritaskan evakuasi dan pemantauan lereng di Kampung Genteng, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Banjarwangi, menyusul robohnya satu rumah permanen milik Yana. Bangunan tersebut terperosok ke area lereng setelah tiang penyangga utamanya patah saat hujan mengguyur kawasan itu sekitar pukul 17.00 WIB.
Enam orang dari keluarga Yana kini mengungsi ke rumah kerabat mereka. BPBD Garut telah menyalurkan bantuan logistik, sementara tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Empat Rumah di Bawah Tebing Masuk Zona Rawan
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefulloh, menyebut struktur tanah yang labil menjadi penyebab utama bangunan kehilangan daya dukung. Kondisi ini membuat empat rumah lain yang dihuni Aris, Amun, Supriatna, dan Suryana—masing-masing berisi empat jiwa—kini berada di area rawan.
“Kejadian disebabkan oleh struktur tanah yang labil. Tiang penyangga utama bangunan patah hingga mengakibatkan rumah milik Bapak Yana roboh,” kata Aah, Selasa (18/8).
Imbauan Keras Saat Hujan Lebat Turun
Material longsoran dan sisa rumah yang roboh masih berada di lereng. BPBD mengkhawatirkan material itu ikut bergerak ke bawah ketika hujan deras kembali turun, sehingga berpotensi menimpa permukiman di bawah tebing.
“Kami memberikan imbauan keras kepada pemilik empat rumah di bawah tebing agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan lebat turun atau ketika muncul tanda-tanda pergerakan tanah susulan,” ujar Aah.
Warga Diminta Segera Menjauh Jika Muncul Retakan Tanah
Penanganan dan asesmen dilakukan BPBD Garut bersama unsur Kecamatan Banjarwangi, Satpol PP melalui Satlinmas, serta Pemerintah Desa Tanjungjaya. Warga diminta segera menghindari lokasi jika muncul retakan tanah, pergeseran lereng, atau tanda lain yang mengindikasikan pergerakan tanah.
Untuk sementara, BPBD memprioritaskan keselamatan warga dan pemantauan kondisi lereng guna mengantisipasi longsor susulan di kawasan tersebut.