Pencarian

Apel Kebangsaan di Monumen Perjuangan Bandung, Forkopimda dan Polda Jabar Satukan Persepsi Jaga Stabilitas Jelang Dinamika Sosial

Sabtu, 15 Agustus 2026 • 11:35:31 WIB
Apel Kebangsaan di Monumen Perjuangan Bandung, Forkopimda dan Polda Jabar Satukan Persepsi Jaga Stabilitas Jelang Dinamika Sosial
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi bersama Forkopimda dan Polda Jabar memimpin Apel Kebangsaan di Monumen Perjuangan Bandung.

BANDUNG — Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, Kajati, hingga Ketua DPRD Jabar terlihat berdiri sejajar di barisan terdepan. Kehadiran para pimpinan daerah itu menjadi simbol kuat bahwa negara hadir memberikan rasa aman bagi warga Jawa Barat.

Apel yang berlangsung di kawasan Monumen Perjuangan itu dihadiri ribuan peserta dari berbagai elemen. Mulai dari aparat keamanan, ASN, hingga perwakilan masyarakat.

Alasan Forkopimda Gelar Apel Kebangsaan di Tengah Gejolak Sosial

Kapolda Jabar Irjen Pol Pipit Rismanto menyebut, percepatan arus informasi kerap memicu gejolak dan keresahan di tengah masyarakat. Menurutnya, persepsi yang tidak seragam antara aparat dan warga bisa menjadi celah munculnya gangguan keamanan.

"Hari ini kami melakukan Apel Kebangsaan dalam rangka menjaga dan merawat Jawa Barat. Situasi dinamika sudah berubah begitu cepat, sehingga kita perlu menyatukan persepsi agar stabilitas tetap terjaga," ujar Pipit di hadapan peserta.

Sinergi TNI-Polri dan Pemda Jadi Kunci Jawaban atas Keresahan Warga

Ia menekankan bahwa keamanan tidak bisa lagi bekerja sendiri. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam merespons cepat setiap keluhan yang berkembang di lapangan.

"Kami menyadari ada gejolak dan keresahan di masyarakat. Apel ini bertujuan memperkuat komitmen bersama agar Jawa Barat tetap aman, nyaman, dan damai," tegasnya.

Kegiatan ini juga menjadi penegasan bahwa aparat keamanan tidak hanya bertugas menindak, tetapi juga hadir berdampingan dengan rakyat. Simbol kebersamaan itu tercermin dari barisan Forkopimda yang menyatu dengan massa.

Dengan adanya penyatuan persepsi ini, diharapkan setiap potensi gangguan dapat dicegah lebih dini. Langkah preventif melalui pendekatan kewilayahan dinilai lebih efektif ketimbang penanganan yang bersifat reaktif.

Follow bandungline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarsukabumi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks