SUKABUMI — Sebanyak 40 pejabat setingkat eselon IV/a dan IV/b di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi resmi menyelesaikan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan V. Penutupan digelar di Gedung BKPSDM, Jalan Raya Kadupugur, Cijalingan, Kamis (13/8).
Rangkaian pendidikan manajerial itu berlangsung hampir empat bulan dengan metode blended learning, menggabungkan tatap muka dan pembelajaran jarak jauh melalui Zoom. Kepala BKPSDM Kabupaten Sukabumi, Ganjar Anugrah, menegaskan pelatihan ini bertujuan memperkuat kapasitas manajerial dan kepemimpinan pejabat pengawas.
"Kepemimpinan yang kuat adalah fondasi dalam menyelesaikan berbagai dinamika pembangunan di daerah," tegas Ganjar.
Instruksi Bupati: Ilmu Harus Sampai ke Masyarakat
Bupati Sukabumi Asep Japar mengingatkan agar hasil pelatihan tidak berhenti sebagai formalitas. Ia meminta setiap peserta mampu menjadi motor perubahan di lingkungan kerjanya masing-masing.
"Saya berharap ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruang kelas, tetapi diaplikasikan dalam tugas sehari-hari untuk membawa perubahan positif," ujar Asep Japar dalam sambutannya.
Para pejabat yang dilatih merupakan lulusan dari berbagai perangkat daerah. Mereka diharapkan mampu menerjemahkan materi kepemimpinan menjadi kebijakan konkret yang berdampak langsung pada pelayanan publik.
Pelantikan Pindah ke Alun-alun Gadobangkong, Ini Alasannya
Di luar agenda pelatihan, Asep Japar mengungkapkan strategi baru Pemkab Sukabumi dalam menggelar kegiatan seremonial pemerintahan. Ke depan, pelantikan pejabat dan acara resmi lainnya akan diarahkan ke destinasi wisata lokal.
Langkah ini sudah mulai diterapkan pada pelantikan 327 pejabat administrator dan pengawas yang digelar di Alun-alun Gadobangkong, Palabuhanratu. Kawasan tersebut merupakan salah satu destinasi wisata andalan di pesisir selatan Sukabumi.
"Ke depan, pelantikan maupun kegiatan seremonial lainnya akan terus diarahkan ke destinasi wisata lokal agar sekaligus mempromosikan potensi daerah," jelas Asep Japar.
Sinergi Birokrasi dan Pariwisata
Kebijakan ini dinilai sebagai upaya ganda Pemkab Sukabumi. Selain menjalankan fungsi administrasi pemerintahan, kegiatan seremonial dimanfaatkan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar objek wisata.
Dengan berpindahnya lokasi acara ke tempat wisata, secara otomatis akan menarik kunjungan dan belanja dari para pejabat serta tamu undangan. Hal ini diharapkan memberi efek berantai bagi pelaku UMKM dan jasa pariwisata di Palabuhanratu.
Ganjar Anugrah menambahkan, kombinasi penguatan kapasitas ASN dan promosi pariwisata ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan pemerintahan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat Sukabumi.