PURWAKARTA — Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih di Desa Pasanggrahan menjadi angin segar bagi warga dan pelaku wisata di kawasan Gunung Parang. Pasalnya, koperasi ini menempati posisi paling strategis, yakni di gerbang masuk Jalur Buhun, salah satu rute favorit para pendaki.
Kepala Desa Pasanggrahan, Olan Rohlan, mengungkapkan bahwa penetapan lokasi koperasi bukan tanpa pertimbangan. Sebelumnya, ada tiga alternatif titik yang digodok dalam forum musyawarah desa.
Kajian Geologi Jadi Syarat Utama Penempatan Koperasi
Pemerintah desa tidak hanya memikirkan aksesibilitas, tetapi juga aspek keselamatan. Olan menjelaskan, hasil kajian geologi dari BPBD Kabupaten Purwakarta bersama BNPB menyatakan lokasi tersebut aman karena berjarak sekitar satu kilometer dari zona mahkota atau pusat potensi bencana alam.
“Awalnya terdapat tiga alternatif lokasi. Namun setelah melalui musyawarah desa bersama seluruh unsur kelembagaan dan tokoh masyarakat, diputuskan lokasi yang sekarang,” kata Olan, Kamis (15/7/2026).
Dari Warung Warga hingga Gazebo untuk Wisatawan
Keberadaan koperasi ini langsung dirasakan manfaatnya oleh Junengsih (40), warga Dusun IV Cirangkong. Ia mengaku tak perlu lagi berjalan jauh untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari karena lokasi koperasi dekat dengan permukiman.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dengan adanya Kopdes Merah Putih karena lokasinya dekat dengan permukiman warga. Kami tidak perlu lagi pergi jauh untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, Sigit Rachputra (38), pendaki asal Kabupaten Karawang, mengaku keberadaan koperasi sangat membantu. Sebelumnya, ia harus mencari warung yang letaknya cukup jauh dari titik start pendakian.
“Dulu kami harus mencari warung yang letaknya cukup jauh sebelum mendaki. Sekarang dengan adanya Kopdes Merah Putih di pintu masuk pendakian, kami bisa lebih mudah mendapatkan makanan, minuman, maupun kebutuhan lainnya,” kata Sigit.
Rencana Pembangunan Gazebo untuk Tingkatkan Kunjungan
Pemerintah desa tidak berhenti pada pendirian koperasi. Olan menyebutkan, pihaknya tengah merencanakan pembangunan gazebo atau saung di sekitar area tersebut. Fasilitas ini diharapkan menjadi tempat singgah bagi wisatawan sambil menikmati udara pegunungan yang sejuk.
“Kami ingin Kopdes Merah Putih tidak hanya menjadi pusat pelayanan kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi desa. Ke depan, kami berencana membangun gazebo atau saung-saung sebagai tempat beristirahat bagi para wisatawan,” jelasnya.
Desa Pasanggrahan sendiri berada di kaki Gunung Parang, diapit oleh Gunung Lembu dan Gunung Bongkok. Dengan letak geografis yang unik ini, koperasi diharapkan menjadi simpul ekonomi baru yang menghubungkan kebutuhan warga dengan denyut pariwisata Purwakarta.