JAWA BARAT — Dua penghargaan tersebut diberikan oleh Carre Service Quality Monitoring dan penyelenggara Customer Journey Experience (CJX) Award 2026. Raihan ini menjadi tolok ukur persepsi nasabah terhadap mutu layanan Tugu Insurance di tengah transformasi bisnis yang tengah berjalan.
Business Development Group Head Tugu Insurance, Yudhi Ferraro, mengatakan apresiasi ini bukan sekadar pengakuan, melainkan pengingat bahwa peningkatan pengalaman pelanggan adalah proses berkelanjutan. "Kami ingin setiap interaksi dengan Tugu Insurance dapat memberikan rasa aman, kemudahan, dan kepercayaan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (8/9/2026).
Pendapatan Jasa Asuransi Tembus Rp 4,45 Triliun
Penguatan lini pelayanan berjalan seiring dengan perbaikan fundamental keuangan. Sepanjang Januari–Juni 2026, Tugu Insurance membukukan pendapatan jasa asuransi Rp 4,45 triliun, naik 16,31% dibanding periode sama tahun lalu.
Hasil jasa asuransi juga meningkat signifikan 85,56% menjadi Rp 602,95 miliar. Pertumbuhan ini menjadi penopang utama lonjakan laba bersih yang sebelumnya berada di kisaran Rp 271,6 miliar pada semester I 2025.
Predikat Diamond dan Pengakuan Call Center TIA
Service Quality Award 2026 mencatat 239 merek layanan di Indonesia menerima penghargaan tahun ini. Kategori tertinggi, Diamond, diberikan kepada perusahaan dengan nilai indeks di atas 4.000 sekaligus berada di atas rata-rata industri.
Adapun CJX Award 2026 melakukan penilaian berbasis Customer Journey Experience Index. Aspek yang diukur mencakup inovasi, keamanan transaksi, adopsi teknologi, hingga kualitas layanan digital dan konvensional sepanjang perjalanan pelanggan berinteraksi dengan perusahaan.
Sebelumnya, Tugu Insurance juga mencatatkan pengakuan serupa. Call TIA Tugu Insurance Assistance meraih predikat Exceptional dalam ajang Contact Center Service Excellence Award (CCSEA) 2026.
Arti Penghargaan bagi Nasabah dan Investor
Bagi nasabah, dua penghargaan ini menjadi indikator bahwa kanal layanan Tugu Insurance—baik pusat bantuan, digital, maupun konvensional—berada di atas standar industri. Bagi investor, pengakuan ini memperkuat narasi transformasi perusahaan yang tengah berupaya menyeimbangkan pertumbuhan pendapatan dengan kualitas operasional.
Kinerja laba yang tumbuh hampir 77% menunjukkan efisiensi underwriting yang membaik, tercermin dari hasil jasa asuransi yang naik 85,56%. Namun, keberlanjutan pertumbuhan tetap bergantung pada kemampuan perseroan mempertahankan rasio klaim dan biaya operasional di tengah ekspansi bisnis.