KARAWANG — Tanah bengkok merupakan aset desa yang biasanya diberikan kepada perangkat desa sebagai penghasilan tetap. Di Desa Duren, keberadaan aset ini justru menjadi teka-teki administratif. Berdasarkan catatan dokumen, lahan produktif seluas 3 hektar itu sah milik Pemdes Duren, tetapi secara geografis berada di luar wilayah Kecamatan Klari.
Letak Fisik Lahan dan Penggarap Masih Misteri
Kendala utama yang dihadapi adalah ketiadaan data pasti mengenai posisi lahan. Pihak desa mengakui belum mengetahui titik koordinat maupun batas-batas sawah tersebut di lapangan. Informasi mengenai pihak ketiga yang saat ini menggarap lahan itu juga belum terdata.
Sekretaris Desa Duren, Regy Yuniar, membenarkan situasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa jarak koordinasi akibat perbedaan kecamatan menjadi kendala utama.
“Tanah bengkok berupa sawah tersebut ada di Desa Pasirmuya, Kecamatan Majalaya. Tetapi lokasi sawahnya saya belum tahu. Tapi tanah bengok sawah ada seluas 3 hektar,” ujar Regy Yuniar saat ditemui di Kantor Desa Duren, Senin (13/07/2026).
Potensi PADes Mandek Akibat Data Tak Sinkron
Ketidaksinkronan antara data administrasi dan kondisi riil di lapangan ini berdampak langsung pada keuangan desa. Potensi Pendapatan Asli Desa (PADes) dari hasil pengelolaan sawah seluas 3 hektar tersebut belum bisa dibukukan ke dalam kas Desa Duren. Akibatnya, sumber pendapatan yang seharusnya bisa dioptimalkan untuk pembangunan desa justru belum memberikan kontribusi apa pun.
Koordinasi Lintas Wilayah Jadi Langkah Strategis
Regy menegaskan bahwa situasi ini menjadi momentum bagi Pemdes Duren untuk membenahi dokumen penataan aset secara menyeluruh. Langkah strategis yang akan diambil adalah mengagendakan koordinasi lintas wilayah dengan Pemerintah Desa Pasirmulya dan pihak Kecamatan Majalaya.
Melalui penelusuran batas fisik yang jelas dan penguatan legalitas, aset berupa lahan persawahan ini diharapkan dapat segera dikelola secara transparan. Dengan begitu, potensi pendapatan dari tanah bengkok tersebut bisa benar-benar dirasakan manfaatnya untuk menyokong pembangunan Desa Duren ke depan.