Pencarian

Rivalitas Inggris vs Argentina di Piala Dunia: Dari Tangan Tuhan hingga Kartu Merah Beckham, Kini Bersua di Semifinal 2026

Selasa, 14 Juli 2026 • 00:48:02 WIB
Rivalitas Inggris vs Argentina di Piala Dunia: Dari Tangan Tuhan hingga Kartu Merah Beckham, Kini Bersua di Semifinal 2026
Para pemain Argentina dan Inggris bersiap memasuki lapangan Stadion Wembley pada perempatfinal Piala Dunia 1966.

JAWA BARAT — Duel dua raksasa sepak bola ini telah melahirkan cerita legendaris. Dari "Gol Tangan Tuhan" Diego Maradona hingga kartu merah David Beckham, setiap pertemuan mereka di Piala Dunia selalu menyisakan kisah tak terlupakan. Kini, pada 2026, sejarah baru siap ditulis di semifinal.

1966: Inggris Menang, Argentina Protes dan Tinggalkan Lapangan

Pertemuan pertama di Piala Dunia terjadi pada perempatfinal 1966. Wasit asal Jerman, Rudolf Kreitlein, menjadi pusat perhatian setelah mengusir kapten Argentina, Antonio Rattin, pada 23 Juli 1966 di Wembley.

Keputusan kontroversial itu memicu protes besar-besaran. Seluruh tim Argentina meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes. Pertandingan akhirnya dilanjutkan, dan Geoff Hurst menjadi pahlawan tuan rumah dengan gol tunggalnya yang memastikan kemenangan 1-0 untuk Inggris.

1986: Tangan Tuhan dan Solo Run Abadi Maradona

Dua dekade berselang, Diego Maradona menciptakan dua momen paling kontroversial sekaligus brilian dalam sejarah Piala Dunia 1986. Di perempatfinal, Maradona mencetak gol pertama dengan tangannya—yang kemudian dikenal sebagai "Gol Tangan Tuhan"—melewati kiper Peter Shilton.

Ia pun mencetak gol kedua yang legendaris. Maradona melakukan solo-run dari tengah lapangan, melewati lima pemain Inggris sebelum menjebol gawang. Gol itu dinobatkan sebagai "Gol Abad Ini" oleh FIFA. Argentina menang 2-1 dan akhirnya menjadi juara dunia.

1998: Kartu Merah Beckham dan Kekalahan Pahit Inggris

Rivalitas memanas kembali di babak 16 besar Piala Dunia 1998. Laga berjalan sengit dan berakhir dramatis. Bintang muda Inggris, David Beckham, menjadi kambing hitam setelah diganjar kartu merah akibat tendangan kecilnya ke arah Diego Simeone.

Bermain dengan 10 pemain, Inggris akhirnya kalah melalui adu penalti. Beckham pun menjadi sasaran kemarahan publik Inggris selama bertahun-tahun setelah kejadian itu.

2026: Babak Baru di Semifinal

Kini, di semifinal Piala Dunia 2026, Inggris dan Argentina kembali bertemu. Beban sejarah dan rivalitas yang membara dipastikan akan mewarnai pertandingan. Kedua tim datang dengan skuad generasi baru yang haus prestasi.

Laga ini bukan hanya soal taktik di lapangan, tetapi juga tentang harga diri dan warisan panjang perseteruan dua negara besar di panggung sepak bola dunia. Siapa yang akan menuliskan namanya dalam buku sejarah rivalitas ini?

Bagikan
Sumber: sport.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks