Pencarian

Bupati Sumedang Bentuk Satgas Perlindungan Anak dan Perempuan, Targetkan Penanganan Kasus Lebih Cepat dan Terintegrasi

Rabu, 01 Juli 2026 • 11:36:31 WIB
Bupati Sumedang Bentuk Satgas Perlindungan Anak dan Perempuan, Targetkan Penanganan Kasus Lebih Cepat dan Terintegrasi
Bupati Sumedang resmi membentuk Satgas Perlindungan Anak dan Perempuan untuk percepatan penanganan kasus.

SUMEDANG — Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan bahwa pembentukan Satgas Perlindungan Anak dan Perempuan bukan sekadar formalitas. Satgas ini dirancang untuk mempercepat koordinasi saat ada dugaan kekerasan, memperkuat sistem pelaporan masyarakat, serta mengoptimalkan edukasi di lapangan.

Apa yang Membedakan Satgas Ini dari Regulasi yang Sudah Ada?

Sumedang sebenarnya sudah memiliki Peraturan Daerah tentang Perlindungan Perempuan dan Anak serta kebijakan Kabupaten Layak Anak. Namun, Bupati Dony menilai implementasinya belum optimal karena kurangnya petunjuk teknis dan koordinasi antar-instansi. “Program yang disusun harus jelas, terukur, dan melibatkan seluruh pihak agar upaya pencegahan dan penanganan dapat berjalan secara efektif,” ujarnya dalam rapat yang juga dihadiri tokoh agama, akademisi, dan organisasi kemasyarakatan.

Satgas nantinya akan menjadi jembatan antara pemerintah desa, sekolah, kepolisian, dan lembaga layanan. Tujuannya satu: ketika laporan masuk, respons tidak lagi terhambat birokrasi sektoral.

Pendekatan Preventif: Dari Puspaga hingga Hotline

Selain satgas, Pemkab Sumedang akan mengintensifkan edukasi melalui sekolah, lembaga keagamaan, dan organisasi perempuan. Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) di Mal Pelayanan Publik juga dioptimalkan sebagai tempat konsultasi dan pendampingan gratis.

Masyarakat diimbau melapor melalui hotline pemerintah atau kepolisian jika mengetahui dugaan kekerasan. “Menghadapi persoalan seperti ini, baik pemerintah maupun masyarakat harus saling menguatkan, bukan saling menyalahkan. Kita harus bersama-sama mencari solusi,” kata Dony.

Rencana Aksi Daerah Jadi Pijakan Evaluasi

Pemkab Sumedang juga menyusun Rencana Aksi Daerah yang dilengkapi target, indikator kinerja, dan mekanisme evaluasi berkala. Data persoalan sosial yang sudah dipetakan akan menjadi dasar penyusunan langkah penanganan—mulai dari edukasi, pendampingan psikologis, konseling, hingga pengawasan di tingkat masyarakat.

Dengan pendekatan preventif, edukatif, persuasif, dan humanis, pemerintah berharap lingkungan di Sumedang bisa lebih aman dan ramah bagi perempuan dan anak. Satgas ini dijadwalkan segera beroperasi setelah struktur dan tugas pokoknya rampung disusun.

Bagikan
Sumber: lintaspriangan.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks