Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh istri korban, Widia Utami, dan mertuanya, Lilis Sulistiarinny. Sekitar pukul 19.30 WIB, mereka pulang ke rumah usai menghadiri acara wisuda di Hotel Harper, Bungursari. Sejak pukul 16.00 WIB, Yogi diketahui berada di rumah seorang diri.
“Saat keluarga pulang, kondisi rumah dalam keadaan gelap tanpa lampu yang menyala,” ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, Selasa (17/6/2026). Sang istri berulang kali memanggil nama korban namun tak mendapat respons. Seluruh pintu akses utama dalam keadaan tertutup dan terkunci rapat dari dalam.
Keluarga yang merasa ada kejanggalan akhirnya memaksa masuk dengan mencongkel jendela dapur di area belakang menggunakan parang atau kored. Setelah berhasil masuk dan menyalakan lampu, istri korban mendapati ceceran darah di depan kamar mandi dan area kamar kerja. Saat pintu kamar dibuka, Yogi sudah terbujur kaku tak bernyawa.
Luka Sayatan hingga Bekas Jeratan di Leher Korban
Tim identifikasi Polda Jabar yang tiba di lokasi langsung melakukan olah data awal. Petugas menemukan korban dalam posisi terlentang di sudut pintu kamar kerjanya dengan kondisi bersimbah darah. Sejumlah luka robek akibat senjata tajam ditemukan di tubuh korban.
“Luka-luka meliputi satu luka robek di bagian ulu hati, lima luka robek di area leher (dua di kiri, dua di kanan, dan satu di tengah), luka memar di kedua lutut serta mata kaki, serta bekas jeratan yang melingkar di leher korban,” jelas Hendra.
Di sekitar jasad, polisi menemukan sebuah dapur yang terselip di bawah pundak kanan, kacamata, dompet, dan ponsel milik korban. Di luar kamar, petugas menemukan satu buah tangga bersandar di depan kamar mandi dan penutup plafon menuju atap yang sudah terbuka.
Tangga, Kabel Terputus, dan Dugaan Percobaan Gantung Diri
Petunjuk paling mencolok ditemukan di area atap rumah. Polisi mendapati tiga buah tali kabel dan ikat pinggang yang sudah dalam keadaan terputus, serta sisa potongan kabel yang masih tergantung tidak jauh dari lokasi tersebut.
Berdasarkan temuan itu, polisi menduga kuat korban sempat melakukan percobaan mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di plafon rumah menggunakan tali kabel. “Ada dugaan percobaan mengakhiri hidup menggunakan kabel, karena gagal akhirnya melukai diri sendiri. Tapi ini masih hasil penyelidikan,” kata Hendra.
Hingga berita ini diturunkan, penyidik Polda Jabar masih terus melakukan pendalaman dan pemeriksaan saksi-saksi untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang menimpa pejabat eselon III di lingkungan Pemkab Purwakarta tersebut.