DEPOK — Sekolah mengukur pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Hizbul Wathan melalui praktik langsung di alam terbuka, bukan sekadar teori di kelas. Kegiatan ini menjadi program wajib bagi seluruh siswa kelas VIII, merupakan tindak lanjut dari Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) yang telah mereka ikuti di kelas VII.
Mengukur Pemahaman Lewat Praktik Langsung
Kepala SMP Muhammadiyah 29 Cinangka, Soleh Sofyan, menegaskan bahwa perkemahan ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Pihak sekolah ingin melihat sejauh mana siswa mampu menerapkan nilai-nilai kepanduan Hizbul Wathan secara nyata setelah mengikuti ekstrakurikuler wajib setiap pekan.
"Melalui perkemahan ini, sekolah ingin mengukur sejauh mana pemahaman dan kemampuan siswa dalam menerapkan nilai-nilai Hizbul Wathan secara nyata," ujar Soleh Sofyan saat membuka kegiatan.
Belajar Memasak hingga Memimpin Regu
Selama dua hari, peserta tidak hanya menerima materi. Mereka langsung mempraktikkan keterampilan hidup seperti mengatur waktu, bekerja sama dalam tim, memasak, hingga memimpin kelompok.
"Di sini siswa belajar bagaimana ketua regu mengatur anggotanya, bekerja sama, bertanggung jawab, dan menyelesaikan berbagai tugas secara mandiri. Semua kegiatan dirancang untuk membentuk karakter dan kedisiplinan siswa," tambah Soleh.
Menjauhkan Generasi Alpha dari Gawai
Pembina Hizbul Wathan SMP Muhammadiyah 29 Cinangka, Neneng Syamsyiah, mengungkapkan latar belakang kegiatan ini. Menurutnya, generasi Z dan generasi Alpha saat ini sangat akrab dengan gawai sehingga perlu diajak keluar dari zona nyaman.
"Anak-anak saat ini, baik generasi Z maupun generasi Alpha, sangat akrab dengan gawai. Melalui kegiatan ini mereka diajak keluar dari zona nyaman dan belajar melakukan berbagai kebutuhan secara mandiri," jelas Neneng.
Selama perkemahan, peserta dilatih memasak sendiri, membersihkan peralatan, mengatur kebutuhan kelompok, dan memastikan seluruh anggota regu mengikuti rangkaian kegiatan dengan baik.
"Kami ingin melahirkan generasi yang mandiri, tidak mudah bergantung kepada orang lain, memiliki rasa tanggung jawab, serta mampu menjadi pemimpin yang adil dan peduli terhadap sesamanya," tuturnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk peserta didik yang berkarakter kuat, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki akhlakul karimah sesuai nilai-nilai Hizbul Wathan dan Muhammadiyah.