BANDUNG — Fakultas Ekonomi dan Bisnis UM Bandung bekerja sama dengan Symbiosis School of Economics (India), The Asia International University (Uzbekistan), dan Universiti Sains Islam Malaysia menggelar program pengabdian masyarakat internasional. Agenda ini merupakan bagian dari rangkaian acara INCODE 3rd yang dipusatkan di dua lokasi strategis Kota Kembang.
Kegiatan berlangsung di Sekolah Perempuan Jawa Barat dan PT Pondok Tekstil Kreasindo. Para akademisi dari empat negara tersebut memberikan pendampingan langsung bagi pelaku usaha lokal guna meningkatkan daya saing produk di pasar global.
Kolaborasi Lintas Negara Perkuat Pembinaan UMKM
Ketua Pusat Studi UMKM Universitas Muhammadiyah Bandung, Suparjiman, menegaskan bahwa inisiatif ini adalah wujud nyata kolaborasi internasional dalam pengabdian masyarakat. Fokus utama program ini menyasar penguatan tata kelola usaha kecil agar mampu naik kelas.
"Melalui kegiatan ini, kita berkolaborasi memperkuat pembinaan UMKM di setiap negara, tidak terkecuali di Indonesia," ujar Suparjiman saat memberikan keterangan di lokasi kegiatan.
Di Sekolah Perempuan Jawa Barat, tim dari ketiga universitas asing tersebut mengadakan sesi berbagi pengalaman (sharing session) dengan para perajin dan pengusaha mikro. UM Bandung berkomitmen melakukan pendampingan lanjutan bagi para pelaku usaha yang selama ini menjadi binaan kampus.
Target Ekspor dan Kemandirian Ekonomi Perempuan
Delegasi internasional juga mengunjungi PT Pondok Tekstil Kreasindo untuk meninjau proses produksi karpet, sajadah, hingga kerudung. Perusahaan ini dipilih sebagai percontohan karena berhasil menembus pasar ekspor, khususnya di kawasan Timur Tengah.
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jabar, Eva Fandora, mengapresiasi langkah akademisi ini. Menurutnya, keterlibatan kampus internasional mempercepat upaya pemprov dalam mencetak perempuan mandiri secara ekonomi.
”Tentu kegiatan pemberdayaan seperti ini akan menjadikan perempuan yang ada di Jawa Barat bisa mandiri,” kata Eva. Ia menambahkan bahwa penguatan ekonomi perempuan sangat krusial karena mereka sering kali menjadi tulang punggung keluarga.
Dampak Positif bagi Mahasiswa Asing di Kota Kembang
Asst Professor Symbiosis School of Economics India, Sugandh Arora, menyatakan antusiasmenya terhadap respons pelaku UMKM di Bandung. Ia menilai pengalaman lapangan ini memberikan perspektif baru bagi para mahasiswanya mengenai dinamika ekonomi kerakyatan di Indonesia.
”Saya sangat menikmati kegiatan ini. Para mahasiswa banyak mendapatkan pengalaman yang hebat di sini tentunya,” tegas Sugandh.
Program internasional ini diharapkan menjadi pemantik bagi sektor UMKM Jawa Barat untuk lebih berani menyasar pasar luar negeri. Kerja sama ini sekaligus mempertegas posisi Bandung sebagai pusat inovasi dan kewirausahaan yang mendapat perhatian dari institusi pendidikan global.