JAWA BARAT — PT Pertamina (Persero) memperluas pembinaan UMKM binaan tidak sekadar untuk menggenjot omzet, tetapi juga menciptakan dampak sosial lewat pelestarian budaya dan pemberdayaan kelompok rentan. Program pembinaan dirancang memperkuat kapasitas usaha, membuka akses pasar, dan meningkatkan daya saing pelaku usaha kecil.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyatakan pembinaan UMKM menjadi salah satu jalur perseroan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan. Program pembinaan diarahkan agar pelaku usaha memperkuat kapasitas, memperluas akses pasar, dan meningkatkan daya saing.
"Program pembinaan UMKM Pertamina dirancang untuk membantu pelaku usaha memperkuat kapasitas, memperluas akses pasar, dan meningkatkan daya saing. Kami berharap pertumbuhan UMKM juga mampu menciptakan manfaat ekonomi dan sosial yang dirasakan masyarakat secara langsung," ujar Baron dalam keterangan pers, Minggu (25/10/2026).
Dampak Sosial di Luar Hitungan Omzet
Persaingan usaha yang makin ketat tidak membuat sejumlah mitra binaan Pertamina berhenti pada urusan laba. UMKM binaan perseroan juga menjadi sarana pelestarian budaya, pemberdayaan kelompok rentan, penciptaan lapangan kerja, hingga ruang tumbuh bagi masyarakat sekitar.
Manfaat itu muncul dari tiga kelompok usaha yang terus berkembang bersama dukungan pembinaan, pelatihan, dan akses pasar dari Pertamina, yakni Adhimas Batik, Joglo Ayu Tenan, dan Kraton Leather. Ketiganya disebut menjadi contoh bagaimana UMKM bisa bergerak melampaui fungsi ekonomi.
Adhimas Batik dan Strategi Motif di Produk Sehari-hari
Pemilik Adhimas Batik, Suyanto, mengembangkan usaha sekaligus menjaga warisan budaya Indonesia. Selama lebih dari 30 tahun, ia tidak hanya menghasilkan kain batik tulis, tetapi juga mengaplikasikan motif batik pada topeng, tempat tisu, nampan kayu, payung, hingga tumbler.
Langkah diversifikasi produk itu membuka peluang pasar yang lebih luas. Motif batik yang dipindahkan ke benda sehari-hari membuat warisan budaya lebih dekat ke generasi muda, tanpa harus menunggu mereka membeli kain batik tulis.
Ruang Pemberdayaan Perempuan dan Penyandang Disabilitas
Selain Adhimas Batik, Joglo Ayu Tenan dan Kraton Leather tumbuh bersama masyarakat melalui pembinaan yang sama. Dua kelompok usaha itu disebut membuka ruang pemberdayaan bagi perempuan dan penyandang disabilitas, sekaligus membuka peluang usaha bagi perajin lokal.
Bagi pelaku usaha kecil, dukungan akses pasar menjadi kunci karena persoalan UMKM umumnya bukan hanya produksi, tetapi juga menjangkau pembeli di luar daerah asal. Pelatihan dan pembinaan menyasar sisi kapasitas agar mitra binaan mampu memenuhi permintaan yang lebih besar.
Apa Artinya bagi Pelaku UMKM Lain
Model pembinaan yang menautkan kapasitas usaha dengan dampak sosial memberi gambaran bagi pelaku UMKM lain bahwa daya saing tidak selalu dibangun lewat harga murah. Ceruk pasar berbasis budaya dan produk turunan bisa menjadi pembeda di tengah persaingan yang makin rapat.
Pertamina menempatkan program pembinaan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perseroan di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah. Ukuran keberhasilannya tidak berhenti pada pertumbuhan bisnis mitra binaan, tetapi juga manfaat yang dirasakan masyarakat di sekitar usaha mereka.