Pencarian

Pertalite di Banten Naik 15 Persen, Pertamina Jamin Stok SPBU Aman

Rabu, 21 Oktober 2026 • 11:21:31 WIB
Pertalite di Banten Naik 15 Persen, Pertamina Jamin Stok SPBU Aman
Konsumsi harian Pertalite di Banten pada Oktober 2026 naik 15 persen dibanding rata-rata semester I 2026.

JAWA BARAT — Pertamina Patra Niaga mencatat konsumsi harian Pertalite di wilayah Banten pada Oktober 2026 naik 15 persen dibanding rata-rata semester I 2026. Kenaikan itu ditopang menggeliatnya arus logistik yang melintasi Pelabuhan Merak, sehingga truk mengisi bahan bakar sebelum dan sesudah penyeberangan.

Pertamina Patra Niaga menegaskan penyaluran BBM di seluruh SPBU Banten berjalan normal di tengah lonjakan permintaan. Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB, Reno Fri Daryanto, menyatakan stok berada dalam kondisi baik dan tercukupi. Monitoring intensif dilakukan di titik-titik rawan kepadatan agar pelayanan tetap optimal.

Kenaikan bukan hanya terjadi pada Pertalite. Biosolar juga mencatat lonjakan 16 persen dibanding penyaluran semester I 2026. Pemicunya serupa: aktivitas logistik yang tumbuh 22-24 persen sepanjang 2026.

Merak Jadi Titik Kunci Lonjakan Konsumsi

Reno menjelaskan preferensi truk logistik mengisi BBM sebelum dan sesudah menyeberang di Merak menjadi pendorong utama kenaikan konsumsi di Banten. Posisi Banten sebagai jalur penghubung Jawa-Sumatera membuat SPBU di sekitar pelabuhan menanggung beban permintaan lebih tinggi dibanding wilayah lain.

Untuk menjaga pasokan, Pertamina Patra Niaga mengalirkan BBM dari Fuel Terminal Tanjung Gerem ke lembaga penyalur setiap hari. Pengiriman rutin itu menjadi tulang punggung distribusi di wilayah selatan dan barat Banten.

Perusahaan juga berkoordinasi dengan Pemprov Banten, ESDM Banten, BPH Migas, Ombudsman Banten, Jasa Marga, dan Polda Banten. Sinergi lintas instansi itu untuk memastikan kelancaran distribusi sekaligus mengantisipasi kemacetan di jalur utama.

Harga Subsidi Tak Beranjak hingga Akhir 2026

Di sisi harga, PT Pertamina Patra Niaga memastikan BBM subsidi tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026 sesuai arahan pemerintah. Kepastian itu berlaku meski harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak fluktuatif.

“Pertamina Patra Niaga mengikuti kebijakan Pemerintah dalam penetapan harga BBM. Meskipun terdapat fluktuasi pada sejumlah parameter pembentuk harga, seperti harga minyak dunia dan nilai tukar, untuk BBM subsidi sesuai arahan Pemerintah tidak ada kenaikan harga hingga akhir 2026. Sementara untuk JBU, harga mengikuti formula yang telah ditetapkan Pemerintah,” tutur VP Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (12/9/2026).

Kebijakan menahan harga BBM subsidi merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga energi dan daya beli masyarakat. Sementara untuk BBM nonsubsidi atau Jenis BBM Umum (JBU), harga mengikuti formula yang ditetapkan pemerintah.

Imbauan Beli Sesuai Kebutuhan

Meski pasokan dipastikan aman, Pertamina mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan secara bijak. Imbauan itu untuk mencegah pembelian berlebih yang bisa mengganggu ketersediaan di SPBU lain.

Bagi konsumen di Banten, kondisi ini berarti tidak ada alasan menimbun bahan bakar. Pasokan harian dari Tanjung Gerem berjalan rutin, dan koordinasi dengan aparat serta regulator daerah terus dijaga selama periode padat logistik.

Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya menjalankan kebijakan pemerintah terkait harga dan penyaluran BBM. Bagi pelaku usaha logistik di jalur Merak, kepastian stok dan harga subsidi hingga akhir tahun menjadi penopang utama kelancaran arus barang lintas pulau.

Follow bandungline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks