Pencarian

Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily Ajak Wartawan di Rakernas FWK Sebarkan Nilai Kebangsaan Lewat Jurnalisme Kritis

Minggu, 25 Oktober 2026 • 06:16:30 WIB
Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily Ajak Wartawan di Rakernas FWK Sebarkan Nilai Kebangsaan Lewat Jurnalisme Kritis
Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily menyampaikan sambutan dalam Rakernas Forum Wartawan Kebangsaan di Jakarta.

JAKARTA — Ace Hasan Syadzily menilai jurnalisme kebangsaan dibutuhkan bukan hanya untuk menjaga kualitas pemberitaan, tetapi juga memperkuat ketahanan nasional saat persaingan antarbangsa makin ketat. Menurutnya, pers yang kritis tanpa kehilangan integritas menjadi kunci di tengah tekanan geopolitik global.

Pernyataan itu ia sampaikan di hadapan peserta Rakernas FWK, forum yang mempertemukan para pendiri, pengurus, dan 15 koordinator daerah dari seluruh Indonesia. Forum ini berdiri pada Oktober 2025, tepat sekitar setahun sebelum rakernas digelar.

Kriteria Pers yang Dianggap Menjaga Nilai Kebangsaan

Ace merumuskan empat sifat yang harus melekat pada wartawan dalam menjalankan tugasnya. Ia menekankan pentingnya keberpihakan pada kepentingan bangsa sebagai landasan kerja, bukan sekadar mengejar sensasi pemberitaan.

"Kita perlu membangun jurnalisme kebangsaan yang kritis karena cinta kepada bangsa, independen, profesional dan berintegritas," ujar Ace Hasan Syadzily dalam sambutannya.

Empat sifat itu ia letakkan dalam konteks persaingan antarbangsa yang ketat dan situasi geopolitik yang serba tidak pasti. Bagi Lemhannas, pers berperan sebagai penjaga kohesi sosial, bukan hanya penyampai informasi.

Siapa Pendiri Forum Wartawan Kebangsaan

FWK didirikan atas prakarsa Hendry Ch Bangun, mantan Wakil Ketua Dewan Pers periode 2019-2022 sekaligus Ketua Umum PWI Pusat 2023-2025. Para pendirinya adalah wartawan senior yang telah menjalani profesi setidaknya 20 tahun dan memegang sertifikasi wartawan utama.

"Para pendiri FWK adalah wartawan yang sudah menjalani profesinya setidaknya 20 tahun, bersertifikat wartawan utama dan memiliki kepedulian terhadap masalah kebangsaan," ujar Koordinator FWK Raja Parlindungan Pane.

Rakernas kali ini dihadiri para pendiri dan pengurus FWK, termasuk 15 koordinator daerah dari seluruh Indonesia. Komposisi itu menunjukkan forum ini dibangun dari jaringan wilayah, bukan hanya lingkaran pusat.

Hendry Bangun Sebut Lemhannas dan FWK Sudah Klop

Hendry menilai kehadiran Gubernur Lemhannas di forum tersebut menunjukkan kesesuaian arah antara kedua pihak. Ia memakai perumpamaan botol dan tutupnya untuk menggambarkan kecocokan itu.

"FWK hadir untuk mengintegrasikan nilai-nilai profesional kewartawanan dengan etika kebangsaan," ujar Hendry Bangun.

Rakernas dua hari itu menjadi pijakan awal bagi FWK untuk merumuskan program kerja bersama 15 koordinator daerah. Arah yang diambil: menyatukan standar profesional kewartawanan dengan nilai kebangsaan dalam setiap produk jurnalistik.

Follow bandungline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: terasjabar.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks