TASIKMALAYA — Pemkot Tasikmalaya belum bisa memastikan kapan lahan Sekolah Rakyat permanen rampung dibebaskan. Proses pengadaan lahan masih berjalan dan menjadi penentu apakah pembangunan bisa dimulai sesuai jadwal triwulan pertama 2027.
Selama menunggu pembangunan, Pemkot akan mengupayakan penyewaan ruangan untuk dijadikan perpustakaan. Langkah itu menyusul dukungan Perpustakaan Nasional yang akan menyediakan 3.000 buku bagi para siswa.
Perjalanan Satu Tahun Sekolah Rakyat 41
Sekolah Rakyat 41 di Kota Tasikmalaya baru berusia satu tahun. Saat ini, sekolah tersebut memiliki tiga rombongan belajar yang menampung siswa dari keluarga prasejahtera.
Peringatan satu tahun itu digelar lewat Open House Sambara Karya 2026 di Jalan Suaka, Kelurahan Sambongpari. Para siswa menampilkan beragam karya, termasuk pidato dalam tiga bahasa.
Viman menilai perkembangan Sekolah Rakyat 41 selama setahun terakhir sudah sesuai harapan. Menurutnya, anak-anak dari keluarga prasejahtera kini punya ruang untuk mengembangkan potensi dan membangun kepercayaan diri.
Viman: Sekolah Rakyat Beri Harapan Baru Anak Prasejahtera
Wali Kota menyebut kehadiran Sekolah Rakyat sebagai harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Mereka mendapat kesempatan memperoleh pendidikan dan menatap masa depan dengan lebih baik.
"Sekolah Rakyat ini memberikan harapan baru bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Mereka mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pendidikan dan menatap masa depan dengan lebih baik," ujar Viman.
Viman juga menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah dan para guru yang mendampingi siswa. Ia menilai mendidik siswa Sekolah Rakyat punya tantangan tersendiri.
Para guru tidak hanya dituntut memberikan pembelajaran akademik, tetapi juga membentuk karakter dan menumbuhkan semangat siswa.
Upaya Memutus Rantai Kemiskinan lewat Pendidikan
Pemkot Tasikmalaya menempatkan Sekolah Rakyat sebagai salah satu ikhtiar memutus rantai kemiskinan di daerah itu. Pendidikan bagi anak keluarga prasejahtera dinilai menjadi jalan membuka masa depan yang lebih baik.
"Ke depan, Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk memutus rantai kemiskinan di Kota Tasikmalaya dengan membuka kesempatan pendidikan dan masa depan yang lebih baik bagi para siswa," pungkasnya.
Setelah lahan rampung dibebaskan, Pemkot akan menyiapkan pembangunan gedung permanen. Perpustakaan dengan 3.000 buku dari Perpustakaan Nasional diharapkan melengkapi fasilitas belajar siswa begitu sekolah baru berdiri.