JAWA BARAT — Harry Kane gagal mengeksekusi penalti saat Inggris kalah 2-3 dari Spanyol di Nations League. Kegagalan itu memicu kritik soal mentalitasnya, padahal statistik menunjukkan Kane justru punya persentase konversi penalti terbaik di antara para bintang dunia. Dari 31 penalti bersama Timnas Inggris, kapten berusia 32 tahun itu mencetak 26 gol.
Kegagalan Kane terjadi pada menit ke-54. Saat itu Inggris unggul 2-1 dan berpeluang menjauh menjadi 3-1. Kane terpeleset saat mengambil tendangan, bola membentur mistar gawang, dan enam menit berselang Spanyol menyamakan kedudukan. Empat belas menit kemudian, juara Piala Dunia 2026 itu berbalik memimpin dan mengunci kemenangan.
Media sosial langsung dibanjiri cemoohan terhadap kemampuan penalti dan mentalitas Kane. Penilaian itu bertolak belakang dengan catatan statistiknya bersama Three Lions.
26 Gol Penalti dari 31 Kesempatan Bersama Inggris
Sepanjang 123 penampilan untuk Inggris, Kane mengoleksi 87 gol. Sebanyak 26 di antaranya lahir dari titik putih, dari total 31 penalti yang diambilnya. Angka itu setara tingkat keberhasilan 83,8 persen.
Bandingkan dengan para penyerang terbaik dunia. Kylian Mbappe mencatat konversi 82,3 persen untuk Prancis (14 gol, 3 gagal). Lionel Messi justru tertinggal jauh dengan 78,1 persen setelah melewatkan tujuh dari 32 penalti internasionalnya. Cristiano Ronaldo paling buruk di antara mereka: 69,7 persen, dengan sepuluh kegagalan dari 33 kesempatan. Erling Haaland mencatat 75 persen setelah gagal dua kali dari delapan penalti bersama Norwegia.
- Harry Kane: 26 gol, 5 gagal, konversi 83,8 persen
- Kylian Mbappe: 14 gol, 3 gagal, konversi 82,3 persen
- Lionel Messi: 25 gol, 7 gagal, konversi 78,1 persen
- Erling Haaland: 6 gol, 2 gagal, konversi 75,0 persen
- Cristiano Ronaldo: 23 gol, 10 gagal, konversi 69,7 persen
Data tersebut dihimpun dari Transfermarkt. Kane juga mencetak dua penalti di Piala Dunia 2026, satu ke gawang Kroasia di fase grup setelah wasit memerintahkan tendangan ulang, dan satu lagi yang krusial melawan Meksiko di babak 16 besar. Total ia sudah membukukan enam gol penalti di putaran final Piala Dunia. Ia juga menjebol gawang Belanda dari titik putih pada semifinal Euro 2024.
Lima Kegagalan Kane, Empat di Antaranya Tak Berdampak
Dari lima penalti yang gagal, hanya satu yang benar-benar mahal. Itu terjadi di Piala Dunia 2022 melawan Prancis. Inggris tertinggal 1-2 dan Kane punya peluang menyamakan skor enam menit sebelum waktu normal berakhir. Bola melambung jauh di atas mistar. Perlu dicatat, ia sudah mencetak satu penalti lebih dulu di laga yang sama.
Tiga kegagalan lain nyaris tanpa konsekuensi. Kane melewatkan penalti di laga persahabatan melawan Turki pada 2016 (Inggris menang 2-1), gagal di kualifikasi Euro melawan Kosovo (Inggris menang 5-3), dan tendangannya ditepis Kasper Schmeichel di perpanjangan waktu Euro 2020. Kane menyambar bola rebound dan Inggris tetap menang 2-1 untuk lolos ke final di Wembley.
Kegagalan terbaru melawan Spanyol terjadi karena terpeleset, kemungkinan besar akibat kondisi lapangan. Kekalahan tipis di Nations League tidak berdampak besar bagi perjalanan Inggris di turnamen berikutnya.
Kane Tetap Jadi Andalan Meski Kerap Dikritik
Peluang Kane melampaui rekor gol internasional Messi dan Ronaldo terbuka lebar sebelum ia pensiun. Dengan 14 gol di putaran final Piala Dunia, tak ada keraguan bahwa ia mampu tampil di panggung terbesar.
Yang jadi pertanyaan, apakah ia hadir saat tekanan paling berat? Ada argumen bahwa pengaruh Kane menyusut seiring berjalannya turnamen. Ia gagal mencetak gol di semifinal Piala Dunia 2018 melawan Kroasia, hanya melepas dua tembakan yang tak mengarah ke gawang selama 120 menit. Melawan Argentina di semifinal Piala Dunia 2026, ia cuma mencatat satu tembakan dan 26 sentuhan bola. Di final Euro 2024, statistiknya serupa: satu tembakan dan 13 sentuhan sebelum digantikan Ollie Watkins pada menit ke-60.
Statistik melawan Italia di final Euro 2020, di kandang sendiri, lebih pahit lagi. Kane tidak melepas satu tembakan pun sepanjang laga, meski sukses mengeksekusi penaltinya di babak adu tos-tosan.
Jadi, apakah Kane menghilang saat lampu sorot paling terang? Kadang iya. Tapi gol, kreativitas, kepemimpinan, dan kerja kerasnya mengantar Inggris ke laga-laga besar itu. Tanpa Kane, Inggris akan jauh lebih lemah.