JAWA BARAT — Thomas Tuchel mengakui pertandingan persahabatan melawan Selandia Baru hanyalah "sesi latihan terselubung" setelah ia menurunkan dua tim berbeda di masing-masing babak. Kemenangan tipis yang diraih Inggris datang dari gol sundulan Harry Kane pada menit ke-45, tepat sebelum pergantian pemain massal dilakukan.
Dua Tim Berbeda, Satu Pesan: Kane Tetap Kunci Segalanya
Untuk pertama kalinya sejak Juni 2004, Inggris memainkan 22 pemain berbeda dalam satu laga. Tuchel sengaja membagi skuad menjadi dua tim untuk mengakomodasi kondisi pemain yang baru pertama kali berkumpul sejak November 2025.
"Banyak pemain kami terakhir bermain bersama enam bulan lalu. Kami hanya punya empat sesi latihan, lalu mencampur tim sepenuhnya," ujar Tuchel dalam konferensi pers usai laga.
Meski demikian, satu fakta tak terbantahkan: Harry Kane tetap menjadi tumpuan utama. Kapten timnas itu mencetak gol ke-79 dalam 113 penampilannya, sekaligus menegaskan bahwa tanpa dirinya, Inggris bukan tim yang sama.
Bellingham vs Rogers: Perburuan Nomor 10 Makin Ketat
Duel memperebutkan posisi gelandang serang nomor 10 mulai memanas. Morgan Rogers mendapat kepercayaan sebagai starter di babak pertama, sementara Jude Bellingham masuk di babak kedua dengan ban kapten di lengannya. Tuchel menegaskan tidak ada "pesan tersembunyi" di balik keputusan tersebut.
Laga melawan Kosta Rika di Orlando, Rabu (10/6) diprediksi menjadi ajang penentuan. Tuchel diyakini akan menurunkan formasi terbaiknya yang akan menghadapi Kroasia pada laga pembuka Piala Dunia, 17 Juni mendatang.
Tanpa Saka dan Rice, Bek Sayap Jadi Sorotan
Tuchel harus merelakan Declan Rice dan Bukayo Saka yang diistirahatkan usai musim melelahkan bersama Arsenal. Namun, ada kabar baik dari Reece James yang tampil penuh selama 45 menit di pos bek kanan—dipastikan bakal menjadi starter di Piala Dunia.
Di lini belakang, pasangan John Stones dan Marc Guehi hanya kebobolan satu peluang berarti selama 45 menit bermain bersama. Tuchel mengaku puas dengan performa di babak kedua yang menunjukkan "lebih banyak lapar dan keinginan" meski gagal menambah gol.
"Semakin bagus lawan yang kami hadapi, semakin baik permainan kami," tambah Tuchel. "Kami akan beradaptasi dengan kelembaban dan sinar matahari di sini."
Jadwal dan Kesiapan Fisik Menjadi PR Utama
Dengan hanya tersisa satu laga uji coba, Tuchel harus segera mematikan mode eksperimennya. Pemain Arsenal yang baru bergabung akan mendapat menit bermain lebih banyak melawan Kosta Rika, sebelum tim bertolak ke Kansas untuk persiapan akhir melawan Kroasia.
Tanpa cedera yang dilaporkan dari laga melawan Selandia Baru, Inggris masih memiliki pekerjaan rumah membangun ritme permainan dan kombinasi antarpemain. Jika tidak, mimpi merebut trofi Piala Dunia 2026 bisa kandas sebelum benar-benar dimulai.