PURWAKARTA – Rata-rata pengeluaran per kapita warga Kabupaten Purwakarta sepanjang 2025 tercatat Rp1.528.566 per bulan. BPS merinci kebutuhan makanan menempati porsi terbesar, yaitu Rp789.250, sedangkan nonmakanan Rp739.316. Data ini menegaskan bahwa sebagian besar pendapatan rumah tangga tergerus untuk konsumsi harian.
Pola belanja makanan menyimpan temuan menarik. Uang rokok menempati peringkat kedua, hanya kalah dari kelompok makanan dan minuman jadi. Angkanya bahkan melebihi alokasi untuk pangan sumber gizi utama keluarga.
Rokok Rp172.306, Melampaui Belanja Sayur dan Daging
BPS memerinci pengeluaran rokok warga Purwakarta rata-rata mencapai Rp172.306 per kapita per bulan. Realisasi itu hampir 3,5 kali lipat dibandingkan belanja sayur-sayuran yang hanya Rp48.939. Ironisnya, nominal tersebut juga menyalip pengeluaran untuk daging, ikan, telur, serta susu yang totalnya mencapai Rp106.431.
Jika ditelisik lebih jauh, kelompok makanan dan minuman jadi justru menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp216.749 per kapita per bulan. Menggabungkan pola ini, terlihat bahwa konsumsi rumah tangga di Purwakarta lebih condong pada pangan instan dan rokok dibandingkan bahan pangan segar. Kebiasaan ini berisiko memengaruhi kualitas asupan gizi masyarakat dalam jangka panjang.
Kepala BPS Purwakarta menegaskan bahwa tingginya pengeluaran konsumsi menggambarkan beban rumah tangga yang cukup berat. Berbeda dengan investasi atau tabungan, mayoritas pendapatan langsung habis untuk memenuhi kebutuhan mendesak. Kondisi ini layak menjadi perhatian pemerintah daerah untuk menekan prevalensi perokok aktif sekaligus mendorong pola konsumsi pangan bergizi.