SUKABUMI — Budaya terburu-buru di jalan raya kerap menjadi pemicu utama pengendara mengambil keputusan berisiko. Ketika dikejar waktu, banyak pengendara di Sukabumi yang memaksakan diri menyalip kendaraan lain, meningkatkan kecepatan, hingga menerobos lampu lalu lintas demi tiba lebih cepat di tujuan.
Kebiasaan tersebut tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga pengguna jalan lainnya. Padahal, perubahan perilaku yang lebih aman bisa dimulai dari langkah paling mendasar: mengatur ulang waktu perjalanan.
Mengapa Manajemen Waktu Menjadi Bagian dari Keselamatan Berkendara?
Ludhy Kusuma menjelaskan bahwa ketika pengendara tidak sedang dikejar waktu, fokus dan konsentrasi terhadap kondisi sekitar menjadi jauh lebih baik. Pengendara memiliki kesempatan lebih besar untuk mematuhi aturan lalu lintas dan mengambil keputusan secara bijak.
"Berangkat lebih awal merupakan salah satu kebiasaan sederhana yang dapat membantu pengendara lebih tenang dan fokus selama perjalanan. Karena itu, manajemen waktu juga menjadi bagian penting dalam menerapkan keselamatan berkendara," ujar Ludhy Kusuma.
3 Langkah Membangun Kebiasaan Berangkat Lebih Awal
Untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat terburu-buru, ada beberapa hal yang bisa diterapkan pengendara di Sukabumi sebelum memulai perjalanan.
1. Sisihkan Waktu Cadangan 15–20 Menit
Sebelum berangkat, perkirakan waktu tempuh perjalanan secara realistis. Tambahkan waktu cadangan sekitar 15 hingga 20 menit untuk mengantisipasi kemacetan tak terduga, cuaca buruk, atau hambatan lain di jalan.
Dengan adanya jeda waktu tersebut, pengendara tidak perlu panik ketika menghadapi kondisi jalan yang tidak sesuai perkiraan awal.
2. Siapkan Perlengkapan dan Surat Kendaraan Sejak Malam Hari
Persiapan yang matang mencegah kepanikan di pagi hari. Pastikan perlengkapan berkendara, surat-surat kendaraan, dan barang bawaan telah disiapkan sejak malam sebelumnya.
Selain itu, periksa juga kondisi sepeda motor seperti tekanan angin ban, rem, dan lampu sebelum digunakan. Perjalanan yang dimulai dengan tenang akan mengurangi potensi kesalahan fatal di jalan.
3. Ubah Pola Pikir: Tiba Lebih Awal Lebih Baik daripada Mengejar Waktu
Tiba lebih awal di tempat tujuan memberikan ruang untuk beristirahat sejenak dan menenangkan pikiran sebelum memulai aktivitas. Kondisi tubuh yang rileks membuat pengendara lebih nyaman menjalani hari.
"Tidak perlu terburu-buru untuk sampai lebih cepat. Berikan waktu yang cukup untuk perjalanan, sehingga kita dapat berkendara dengan lebih nyaman dan yang terpenting tetap mengutamakan keselamatan," tambah Ludhy.
Perjalanan yang baik bukan tentang siapa yang paling cepat sampai, melainkan bagaimana pengendara dapat tiba di tujuan dengan selamat. Membiasakan diri berangkat lebih awal adalah investasi kecil untuk membangun budaya tertib berlalu lintas di Sukabumi. Mari mulai dari kebiasaan sederhana, atur waktu perjalanan dengan baik dan selalu #Cari_Aman di setiap perjalanan.