JAWA BARAT — Lebih dari setengah abad setelah menciptakan segmen SUV premium pada 1970, Range Rover akhirnya mengumumkan langkah besar. Model listrik pertamanya, 2027 Range Rover Electric, siap dilepas ke pasar. Ini adalah momen bersejarah bagi pabrikan Inggris tersebut.
Namun, jangan berharap mobil ini tampil mencolok layaknya kendaraan listrik kebanyakan. Secara sekilas, desainnya nyaris identik dengan saudara bermesin bensin. Hanya ada beberapa penyesuaian aerodinamis di bagian grille, lantai dasar, dan pelek. Pabrikan sengaja menjaga siluetnya agar tetap elegan dan tidak berteriak sebagai mobil ramah lingkungan.
Keputusan ini justru menjadi nilai jual tersendiri. Di antara lautan SUV listrik yang penuh lekukan futuristik, Range Rover Electric tampil sebagai salah satu yang paling berkelas dan bersahaja.
Performa yang Tak Bisa Diremehkan
JLR menanamkan dua motor listrik baru yang masing-masing menghasilkan 260 kW. Ditenagai semikonduktor silikon karbida, total tenaga yang dihasilkan mencapai 542 hp dengan torsi puncak 627 lb-ft. Angka torsi ini 20 persen lebih tinggi dibandingkan unit kompetitor dengan ukuran setara.
Bandingkan dengan Range Rover SV bermesin konvensional yang menghasilkan 606 hp namun torsi lebih rendah, hanya 553 lb-ft. Motor listrik ini membuktikan bahwa akselerasi instan tak lagi menjadi monopoli mesin bensin berkapasitas besar.
Kemampuan yang Tidak Berkompromi
Land Rover tidak melupakan DNA petualangannya. Dengan kemampuan menembus air setinggi hingga 35 inci, varian listrik ini tetap layak menjelajah medan berat. Dukungan pengisian daya cepat juga memastikan mobil ini praktis untuk perjalanan jauh.
Range Rover Electric hadir sebagai bukti bahwa transisi ke tenaga listrik tak harus mengorbankan kenyamanan, kemewahan, atau bahkan kemampuan off-road. Ia adalah pilihan tenang bagi mereka yang menginginkan kemewahan tanpa perlu menjelaskan identitasnya.