Pencarian

Tim Alfa TNI Sisir Titik Panas di Way Kambas, Drone Termal Mendeteksi Bara di Area Terpencil

Rabu, 26 Agustus 2026 • 18:20:31 WIB
Tim Alfa TNI Sisir Titik Panas di Way Kambas, Drone Termal Mendeteksi Bara di Area Terpencil
Tim Alfa TNI melakukan penyisiran titik panas di Taman Nasional Way Kambas berdasarkan hasil deteksi drone termal.

JAWA BARAT — Pengerahan Tim Alfa ini merupakan tindak lanjut instruksi Presiden dan Panglima TNI untuk mempercepat pemadaman di kawasan konservasi seluas 1.300 hektare yang terbakar. Tim gabungan tidak langsung mengirim personel ke lapangan, melainkan melakukan pengintaian udara terlebih dahulu menggunakan teknologi pencitraan termal.

Pemetaan Panas Menjadi Kunci Sebelum Pasukan Turun

"Hari ini kita melanjutkan terus proses pemadaman api, spot-spot yang masih memungkinkan terjadi kebakaran," kata Kristomei di Lampung Timur, Rabu (26/8/2026). Ia menjelaskan, drone dengan kamera termal berfungsi mendeteksi perbedaan suhu antara titik tertentu dengan kondisi tanah di sekitarnya.

Titik dengan suhu tinggi kemudian ditandai dan dijadikan dasar pergerakan Tim Alfa. Hasil surveilans ini menentukan area yang harus disisir, terutama lokasi yang sulit dijangkau pasukan melalui jalur darat. "Tadi sudah kita adakan surveillance dulu, pengamatan menggunakan termal, di mana kira-kira titik-titik api yang masih mungkin menjadi bara dan menimbulkan kebakaran," jelasnya.

Drone Semprot 100 Liter Dikerahkan ke Titik yang Tak Bisa Dilalui Kaki

Selain penyisiran darat, operasi ini mengandalkan serangan udara. Water bombing disiapkan untuk menyasar titik panas yang terdeteksi dari hasil pemantauan drone. Kristomei menambahkan, tiga unit drone semprot dengan kapasitas berbeda telah didatangkan pada sore hari.

"Sore ini juga kita datangkan drone semprot dengan kapasitas 16 liter, 30 liter, dan 100 liter, sehingga bisa bolak-balik ngisi, diterbangkan ke tempat-tempat yang memang susah dijangkau dengan jalan kaki," ujarnya. Cara ini dipilih karena sebaran api berada di dalam semak belukar dan hutan sekunder yang rapat.

Operasi Gabungan untuk Mengamankan Habitat Gajah dan Badak

TNWK bukan sekadar kawasan hutan biasa. Area ini merupakan rumah bagi satwa dilindungi seperti gajah sumatera dan badak sumatera. Kebakaran yang melanda sejak beberapa pekan terakhir mengancam habitat alami mereka, sehingga pemadaman dilakukan secara agresif untuk mencegah dampak yang lebih luas.

"Kita bisa mengamankan taman nasional ini, termasuk mencegah jangan sampai adanya hewan-hewan yang memang kita lindungi, gajah-gajah yang kita lindungi, badak, terdampak dari kebakaran hutan ini," tegas Kristomei.

Operasi ini melibatkan kolaborasi lintas instansi, mulai dari TNI, Polda Lampung, pemerintah kabupaten, balai taman nasional, hingga unsur kehutanan. Kristomei menegaskan sinergi tersebut diperlukan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran baru. "Ini bentuk kolaborasi kita bersama dalam rangka kita mempercepat proses pemadaman, sehingga tidak ada lagi titik-titik api yang memungkinkan terjadinya kebakaran," sebutnya.

Pemadaman Berlanjut Hingga Bara Dipastikan Padam

Hingga berita ini diturunkan, personel gabungan masih berada di lapangan untuk memastikan bara yang tersisa tidak kembali menjadi api. Penggunaan teknologi pemetaan termal dinilai efektif mempersempit area pencarian, sekaligus menghemat waktu dan tenaga pasukan yang harus berjalan kaki menembus hutan.

Upaya ini menjadi prioritas karena musim kemarau membuat material organik di permukaan tanah mudah terbakar. Angin kencang di kawasan pesisir timur Lampung juga berpotensi mempercepat perambatan api jika bara tidak segera dipadamkan.

Follow bandungline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks