BOGOR — Warga pengguna jalur alternatif di sekitar Batutulis harus bersabar. Jembatan Leuwitarik, akses vital antara Kelurahan Ranggamekar dan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, resmi ditutup untuk perbaikan menyeluruh hingga akhir tahun 2026.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Chusnul Rozaqi, menyatakan pekerjaan fisik akan berlangsung selama 150 hari kalender. Proyek ini bukan sekadar tambal sulam, melainkan penanganan struktural dan peningkatan fungsi jembatan.
Pelebaran Badan Jembatan untuk Keamanan Pengendara
Fokus utama pengerjaan adalah memperlebar badan jembatan dari ukuran semula sekitar 1,2 meter menjadi 2 meter. Chusnul menjelaskan, pelebaran ini diharapkan meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi warga yang melintas, baik dari arah Ranggamekar maupun Batutulis.
“Pelebaran tersebut diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang menggunakan jembatan, baik dari Ranggamekar ataupun sebaliknya,” kata Chusnul, Rabu (26/8/2026).
Jalur Alternatif Saat Trase Batutulis Dikerjakan
Penutupan ini jelas berdampak pada mobilitas harian. Jembatan Leuwitarik selama ini menjadi andalan pengendara sepeda motor sebagai jalan alternatif ketika trase Batutulis tengah dikerjakan. Meski demikian, Pemkot Bogor memastikan langkah ini diambil berdasarkan pertimbangan teknis yang matang.
“Pertimbangan teknis dan hasil pembahasan lintas perangkat daerah, pelaksanaan perbaikan jembatan tetap perlu dilakukan pada tahun 2026,” ujarnya.
Proyek Hasil Musrenbang, Anggaran Rp 1,209 Miliar
Perbaikan Jembatan Leuwitarik merupakan bagian dari aspirasi warga yang disalurkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Proyek ini telah melalui proses perencanaan dan penganggaran untuk Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak mencapai Rp 1,209 miliar.
Chusnul menegaskan, penundaan pekerjaan justru berisiko membuat proyek batal dieksekusi tahun depan. Pemerintah harus kembali menjalani proses perencanaan dan penganggaran yang panjang jika proyek tidak dimulai tahun ini.
“Karena keterbatasan ruang fiskal serta tahapan penyusunan anggaran tahun berikutnya, perbaikan jembatan belum tentu bisa dikerjakan pada tahun 2027,” katanya.
Pemkot Minta Dukungan Warga Selama Pengerjaan
Disperumkim Kota Bogor meminta pengertian dan dukungan masyarakat selama proses perbaikan berlangsung. Gangguan mobilitas di sekitar lokasi proyek disebut sebagai konsekuensi yang tidak bisa dihindari demi hasil pembangunan yang lebih baik.
“Disperumkim memohon pengertian, dukungan, dan kerja sama masyarakat selama proses perbaikan berlangsung,” ujar Chusnul.
Pemkot Bogor berharap pelebaran jembatan ini dapat menjadi solusi jangka panjang atas kepadatan dan risiko keselamatan di kawasan Bogor Selatan, khususnya bagi pengendara roda dua yang selama ini bergantung pada akses tersebut.