TASIKMALAYA — Pemerintah Kota Tasikmalaya tidak ingin pembangunan daerah berjalan timpang antara aspek fisik dan moral. Wakil Wali Kota Rd. Diky Candra Negara menyatakan sinergi dengan pondok pesantren dan organisasi keagamaan menjadi kunci untuk memastikan kemajuan kota berjalan seiring dengan penguatan akhlak warga.
Pernyataan itu mengemuka di tengah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Pondok Pesantren Sulalatul Huda. Diky menilai momentum peringatan kelahiran Rasulullah SAW bukan sekadar seremonial, melainkan ruang untuk memperkuat persaudaraan dan menumbuhkan kepedulian terhadap pembangunan masyarakat.
Kolaborasi Lintas Elemen untuk Kota yang Maju dan Religius
Diky menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter tidak bisa dilakukan pemerintah sendirian. Peran pesantren, ulama, dan tokoh agama dinilai sentral dalam membentuk kepribadian warga yang menjunjung akhlak mulia.
“Pemerintah Kota Tasikmalaya berkomitmen untuk terus membangun kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk pondok pesantren dan organisasi keagamaan, dalam mewujudkan pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter dan berakhlak mulia,” ujar Diky.
Harapannya, hubungan antara pemerintah dan elemen keagamaan semakin erat. Sinergi ini diyakini menjadi modal dasar mewujudkan Tasikmalaya yang maju tanpa meninggalkan identitasnya sebagai kota yang religius.
Mengapa Peran Pesantren Krusial bagi Pembangunan Kota?
Sebagai kota yang dikenal dengan julukan Kota Santri, keberadaan pesantren memiliki pengaruh besar terhadap denyut kehidupan sosial masyarakat Tasikmalaya. Diky menyebut kolaborasi lintas elemen ini tidak hanya berdampak pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat kehidupan sosial dan keagamaan warga.
Dengan melibatkan pesantren sejak dini dalam program pembangunan, pemerintah ingin memastikan setiap kebijakan yang diambil selaras dengan nilai-nilai yang hidup di masyarakat. Langkah ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual.