JAWA BARAT — Angka tersebut diungkapkan langsung oleh CEO PT Indomobil Emotor Internasional, Pius Wirawan, dalam keterangan resmi yang diterima awak media. Ia menegaskan bahwa seluruh proses perakitan dilakukan di fasilitas National Assembler (NA) yang berlokasi di Jalan Raya Bekasi KM 18, Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur.
Bukan Sekadar Perakitan, tapi Fondasi Industri Lokal
Pius menjelaskan, pengembangan kendaraan listrik tidak cukup hanya dengan menghadirkan produk ke pasar. Menurutnya, diperlukan fondasi industri, jaringan penjualan, serta dukungan purna jual yang memberikan kepastian kepada konsumen dalam jangka panjang.
“Bagi kami, membangun ekosistem kendaraan listrik bukan hanya tentang menghadirkan motor listrik. Kami juga perlu memastikan proses produksinya melibatkan industri dalam negeri, produknya sesuai dengan karakter penggunaan di Indonesia,” ujar Pius dalam pernyataan resminya.
Dengan pengalaman panjang Indomobil di industri otomotif nasional, capaian TKDN ini menjadi bukti komitmen perusahaan untuk mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok manufaktur kendaraan listrik dalam negeri.
Enam Model Andalan dan Pertimbangan Karakter Jalanan Indonesia
Saat ini Indomobil eMotor memiliki enam pilihan model yang tersegmentasi berdasarkan kebutuhan mobilitas harian. Deretannya mencakup QT, QT Pro, Adora, Sprinto, Tyranno, hingga Tyranno X.
Pengembangan produk tidak hanya berfokus pada teknologi baterai, tetapi juga mempertimbangkan kondisi jalan, kebutuhan jarak tempuh, hingga mobilitas perkotaan yang dinamis. Pendekatan ini dilakukan agar motor listrik tidak hanya relevan secara teknologi, tetapi juga praktis digunakan untuk aktivitas sehari-hari masyarakat Indonesia.
Jaringan Dealer Capai 156 Titik, Kemudahan Layanan Purna Jual
Untuk mendukung adopsi kendaraan listrik yang lebih luas, Indomobil eMotor telah memperluas jaringan penjualan dan layanannya. Hingga saat ini, tercatat 156 jaringan dealer tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Jaringan yang masif ini menjadi krusial mengingat pengguna motor listrik membutuhkan akses mudah untuk servis berkala, perawatan komponen, hingga dukungan teknis. Kehadiran dealer yang dekat dengan konsumen diharapkan mampu menghilangkan keraguan calon pembeli terkait kesiapan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.