BANDUNG — Suara mayoritas anggota PWI kota/kabupaten di Jawa Barat jatuh kepada Tantan Sulthon Bukhawan. Ia resmi memimpin organisasi wartawan terbesar di provinsi itu untuk lima tahun ke depan setelah unggul telak atas Hardiansyah pada pemilihan yang digelar di Hotel Horison, Kota Bandung, Rabu malam.
Dari total 699 suara yang memiliki hak pilih, sebanyak 444 suara memilih Tantan, sementara Hardiansyah memperoleh 247 suara. Enam suara dinyatakan tidak sah dan dua suara abstain.
Ajakan Bersatu Setelah Kontestasi
Usai dinyatakan sebagai pemenang, Tantan langsung menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota PWI di tingkat kota dan kabupaten yang telah memberikan mandat kepadanya. Ia menegaskan bahwa kemenangan ini bukan akhir, melainkan awal dari pekerjaan besar membesarkan organisasi.
"Tidak akan pernah terealisasikan program kerja yang saya janjikan ketika kita tidak bersatu, tentunya program itu bukan apa-apa buat saya," kata Tantan dalam sambutannya.
Ia berharap momentum konferensi ini menjadi titik tolak memperkuat soliditas internal. Menurutnya, PWI adalah organisasi profesi yang berperan sebagai pilar keempat demokrasi, sehingga kekompakan anggota menjadi prasyarat utama menjalankan fungsi tersebut.
Dukungan dari Daerah dan Penetapan Dewan Kehormatan
Ketua PWI Kabupaten Garut, Aef Hendi, menjadi salah satu pendukung yang menyambut antusias hasil pemilihan ini. Ia menilai perolehan suara yang besar merefleksikan kepercayaan luas dari anggota terhadap kepemimpinan Tantan.
"Alhamdulillah terpilih, hasil pemilihan dengan suara yang cukup besar, dan diharapkan ini akan membawa organisasi PWI semakin besar, hebat, dan tentunya istimewa," ujar Aef.
Konferensi PWI Jawa Barat yang berlangsung 12–13 Agustus 2026 tidak hanya memilih ketua umum. Pada kesempatan yang sama, Oland PH Sibarani ditetapkan sebagai Ketua Dewan Kehormatan (DK) PWI Provinsi Jawa Barat periode 2026–2031 setelah menjadi satu-satunya kandidat yang mencalonkan diri untuk posisi tersebut.
Suasana haru dan kehangatan mewarnai akhir acara. Para anggota dari berbagai daerah terlihat bergantian menyalami dan memberikan ucapan selamat kepada Tantan, sebuah simbol rekonsiliasi setelah kontestasi yang berlangsung ketat.