Pencarian

Masjid Agung Syekh Quro di Alun-Alun Karawang Jadi Magnet Wisata Sejarah dan Kuliner Malam

Kamis, 13 Agustus 2026 • 19:05:31 WIB
Masjid Agung Syekh Quro di Alun-Alun Karawang Jadi Magnet Wisata Sejarah dan Kuliner Malam
Masjid Agung Syekh Quro di Alun-Alun Karawang menjadi daya tarik wisata sejarah bagi pengunjung.

KARAWANG — Kawasan Alun-Alun Karawang menjelma menjadi tujuan wisata yang menggabungkan nilai sejarah dan kuliner. Pengunjung yang datang ke pusat kota ini tidak hanya bisa beribadah atau melihat bangunan bersejarah, tetapi juga mencicipi beragam jajanan yang banyak diburu anak muda.

Bangunan yang menjadi ikon kawasan ini adalah Masjid Agung Syekh Quro. Masjid yang terletak di Jalan Alun-Alun Barat No. 1, Kelurahan Karawang Kulon, Kecamatan Karawang Barat ini menyimpan nilai historis yang panjang bagi penyebaran Islam di daerah tersebut.

Masjid Berusia Lebih dari 600 Tahun

Masjid Agung Syekh Quro berdiri sejak tahun 1418 Masehi. Pendirinya adalah Syekh Hasanudin bin Yusuf Sidik atau yang dikenal dengan sebutan Syekh Quro, tokoh yang pertama kali menyebarkan ajaran Islam di Karawang.

Awalnya, bangunan ini merupakan Pesantren Quro yang berlokasi di dekat pelabuhan Sundapura. Seiring perkembangan zaman, Adipati Singaperbangsa yang menjabat sebagai bupati pertama Karawang memperluas bangunan tersebut hingga resmi difungsikan sebagai masjid agung.

Dari sisi arsitektur, masjid ini memiliki keunikan tersendiri. Perpaduan gaya Timur Tengah dengan budaya khas Sunda terlihat jelas pada bentuk atap berundak tradisional dan menara yang megah.

Pilihan Kuliner Malam di Alun-Alun

Setelah menikmati kemegahan masjid, pengunjung bisa langsung bergeser ke area alun-alun yang menjadi pusat kuliner saat malam hari. Suasananya selalu ramai dengan gerobak jajanan kaki lima yang berjejer.

Bagi pencinta pedas, Cilok Goang Syifzam layak dicoba. Tekstur ciloknya kenyal dengan sambal goang yang mampu membangkitkan selera. Ada juga Telur Gulung Goboeg, jajanan klasik yang gurih dan tetap menjadi favorit banyak orang.

Untuk melepas dahaga, D'sruput menawarkan minuman kekinian dengan berbagai varian rasa dan topping yang menyegarkan. Tersedia pula Cibay, jajanan berbahan dasar aci atau tepung tapioka yang kenyal dan biasanya disajikan dengan sambal pedas.

Kue Pukis Rp 1.500 dan Rumah Makan Sunda

Sebagai penutup, Kue Pukis Simanalagi bisa menjadi pilihan. Berlokasi di tikungan sebelum Masjid Agung Karawang, kue pukis ini dijual dengan harga Rp 1.500 per buah. Topping yang ditawarkan cukup melimpah, mulai dari coklat, keju, hingga kacang.

Selain jajanan kaki lima, kawasan ini juga memiliki rumah bara yang mengusung konsep restoran serba biru dengan menu andalan steak brisket dan minuman manis. Ada pula Warung Nini Karawang yang menyajikan masakan Sunda dengan suasana tempo dulu dan harga yang ramah di kantong.

Perpaduan antara wisata religi di masjid bersejarah dan ragam kuliner malam menjadikan Alun-Alun Karawang sebagai destinasi yang cocok dikunjungi bersama keluarga atau teman.

Follow bandungline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarkarawang.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks