SUKABUMI — Harapan masyarakat selatan Sukabumi untuk memiliki akses jalan tol menuju Palabuhanratu masih menggantung. Proyek Tol Jagoratu yang membentang 34 kilometer dari Cibadak menuju Palabuhanratu hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda pembangunan fisik karena menunggu dukungan investor swasta.
Padahal, potensi ekonomi di kawasan selatan Sukabumi dinilai sangat besar. Kawasan wisata Palabuhanratu dan sekitarnya selama ini menjadi andalan pendapatan daerah, namun terhambat akses jalan yang memakan waktu tempuh lama dari arah Jakarta maupun Bogor.
Pemkab Sukabumi: Potensi Selatan Tinggal Menunggu Pengembang Masuk
Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, menegaskan keberadaan tol ini akan menjadi pintu masuk investasi baru. Ia menyebut kawasan selatan memiliki potensi besar yang selama ini belum tergarap maksimal.
"Kalau tol ke Palabuhanratu jadi, pasti akan ramai. Potensi wilayah selatan itu besar, tinggal menunggu pengembang swasta yang mau masuk," ujarnya usai upacara Hari Kebangkitan Nasional di Palabuhanratu, Rabu (20/5).
Nasib Proyek yang Sempat Dikebut di Era Jokowi
Proyek ini sejatinya sudah digagas sejak era Presiden Joko Widodo pada 2022 dengan nama Tol Cibaratu (Cibadak–Palabuhanratu). Saat itu, pemerintah pusat bahkan mempercepat target pembangunan dari 2035 menjadi 2025.
Namun, rencana tersebut batal setelah fokus anggaran bergeser di era Presiden Prabowo Subianto. Kini pemerintah pusat lebih memprioritaskan penyelesaian Tol Bocimi hingga Seksi 3 dan Seksi 4.
Pembangunan Tol Bocimi Jadi Prioritas, Jagoratu Menyusul?
Penyelesaian Tol Bocimi Seksi 3 dan Seksi 4 menjadi perhatian utama pemerintah pusat saat ini. Kedua seksi tersebut berpotensi tersambung ke Cianjur dan Bandung, sehingga dinilai lebih strategis untuk konektivitas regional.
Meski begitu, penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk Tol Jagoratu dikabarkan telah selesai. Hal ini menjadi modal penting jika nantinya investor swasta menyatakan minat untuk membiayai pembangunan.
Belum ada kepastian kapan proyek ini akan menemukan investor. Masyarakat selatan Sukabumi pun masih menanti realisasi janji akses tol yang bisa memangkas waktu tempuh menuju Palabuhanratu secara signifikan.