BOGOR — Rebo Wekasan di Desa Tugu Selatan bukan sekadar agenda budaya tahunan yang rutin digelar. Di balik pelaksanaannya, tersimpan warisan nilai dari para guru dan alim ulama yang hingga kini dirawat dan diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.
Tradisi ini telah menyatu dalam kehidupan sosial dan keagamaan warga. Lewat Rebo Wekasan, warga tidak hanya berkumpul, tetapi juga mempererat persaudaraan dan bersama-sama memanjatkan doa demi keselamatan serta kebaikan bersama.
Menjaga Warisan Leluhur di Tengah Arus Zaman
Bagi masyarakat Tugu Selatan, menjaga Rebo Wekasan berarti mempertahankan nilai-nilai kehidupan yang mengajarkan kebersamaan, kepedulian, dan kebaikan. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa budaya dan kearifan lokal adalah bagian penting dari jati diri warga.
Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, keberadaan tradisi semacam ini menjadi relevan. Generasi muda diharapkan tetap terhubung dengan akar budaya serta nilai-nilai yang telah diwariskan oleh para pendahulu mereka.
Harapan Masyarakat untuk Generasi Berikutnya
Masyarakat Desa Tugu Selatan berharap tradisi ini tetap hidup dan terus diwariskan kepada generasi penerus. Bukan hanya sebagai sebuah ritual, melainkan juga sebagai pengikat persaudaraan antarwarga.
Tradisi terus dijaga, kebersamaan terus dirajut. Semoga keberkahan, keselamatan, dan kebaikan senantiasa menyertai seluruh masyarakat Desa Tugu Selatan.***