Pencarian

Mahasiswi Pangandaran Jualan Seblak demi Biaya Kuliah dan Bantu Keluarga, Omzet Capai Rp300 Ribu per Hari

Sabtu, 08 Agustus 2026 • 18:44:02 WIB
Mahasiswi Pangandaran Jualan Seblak demi Biaya Kuliah dan Bantu Keluarga, Omzet Capai Rp300 Ribu per Hari
Mahasiswi Pangandaran Indy Rachmawati (23) berjualan seblak di sela perkuliahan untuk membantu biaya kuliah dan keluarga.

PANGANDARAN — Menjadi mahasiswa tidak lantas membuat Indy Rachmawati (23) menghabiskan waktu hanya untuk bersantai. Di sela-sela perkuliahan semester enam, ia memilih berjualan seblak untuk membantu orang tuanya di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Anak pertama dari tiga bersaudara ini menggeluti usaha tersebut sejak enam bulan terakhir.

Lokasi jualannya berada di Blok Ciorai, Dusun Nyalindung, Desa Masawah, Kecamatan Cimerak. Keputusan untuk berjualan diambil setelah melihat kondisi sang ayah yang bekerja sebagai petani, sementara adik bungsunya masih duduk di bangku MTs.

Omzet Harian dan Strategi Harga yang Terjangkau

Penghasilan Indy dari berjualan seblak tidak menentu. Saat hari libur atau ramai pembeli, omzetnya bisa mencapai Rp250 ribu hingga Rp300 ribu per hari. Namun, ada kalanya pendapatan hanya cukup untuk menutup modal, bahkan sepi pembeli.

Untuk menarik minat pelanggan, khususnya anak muda, Indy menerapkan strategi harga yang ramah kantong. Berbagai pilihan topping ditawarkan dengan harga mulai Rp1.000 hingga Rp5.000.

“Kalau bahan bakunya gampang dicari. Kemudian topping atau bahan yang dibeli pelanggan itu dari Rp1.000 sampai Rp5.000. Tentu bervariasi harganya, tergantung kesukaan pelanggan,” paparnya kepada Harapan Rakyat, Sabtu (8/8/2026).

Berjualan di Tengah Kesibukan Kuliah

Indy menegaskan bahwa membagi waktu antara kuliah dan berjualan bukanlah hambatan. Baginya, keduanya merupakan bagian dari proses menuju masa depan yang lebih baik. Ia justru menilai pekerjaan ini sebagai sarana belajar mengelola uang, melayani pelanggan, dan menjaga kualitas rasa.

“Saya tentu tidak malu jualan seblak karena ini pekerjaan halal. Semoga bisa menjadi motivasi bagi teman-teman yang merasa sulit mencari pekerjaan. Saya juga sambil membantu mamah, sedangkan ayah bekerja sebagai petani,” ucap Indy.

Prinsip hidupnya sederhana: lebih baik menciptakan peluang daripada mengeluhkan sulitnya mencari kerja. “Selagi kita bisa menggali potensi untuk mencari pendapatan, kenapa harus mengeluh. Tentu harus tetap semangat,” ungkapnya.

Dampak Program MBG dan Harga Bahan Baku

Keberadaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai Indy tidak memengaruhi penjualannya. Menu yang dijualnya berbeda dengan hidangan yang disajikan dalam program pemerintah tersebut.

“Kalau adanya MBG tidak berpengaruh bagi saya, karena di MBG tidak ada seblak. Alhamdulillah jualan tetap stabil. Hanya harga daging ayam kadang naik dan kadang turun,” jelas Indy.

Kisah Indy menjadi potret nyata anak muda yang memilih mandiri di tengah keterbatasan. Lewat usaha seblak sederhana, ia belajar tentang kerja keras, tanggung jawab, dan keberanian mengambil peluang di usia muda.

Follow bandungline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: harapanrakyat.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks