JAWA BARAT — Generasi ketiga Mazda CX-5 akhirnya mendarat di Indonesia, dijual mulai Rp599 juta untuk varian termurah dan Rp689,9 juta untuk tertinggi. Posisinya masih sama: SUV premium CBU yang bersaing dengan Honda CR-V dan Toyota Fortuner di segmen yang sama. Tapi yang menarik bukan harganya—melainkan keputusan berani Mazda untuk menurunkan output mesin demi kenyamanan.
Tenaga Turun 11 PS: Kenapa Mazda Berani Melakukan Ini?
Di balik kap mesin masih ada mesin SKYACTIV-G 2.5L yang sama, tapi kini menghasilkan 179 PS dan torsi 240 Nm. Generasi sebelumnya (varian Elite/Kuro) mencatat 190 PS di 6.000 rpm dengan torsi 251-252 Nm. Penurunan ini bukan typo—Mazda menyebutnya sebagai konsep New Generation Emotional Daily Comfort.
Prioritas rekayasa bergeser total. Alih-alih mengejar angka puncak, Mazda fokus pada kehalusan akselerasi, performa menikung, dan peredaman getaran serta suara. Artinya, di atas kertas CX-5 baru ini lebih lambat, tapi dalam pemakaian harian kemungkinan besar terasa lebih halus dan senyap. Perlu dicatat, varian lama juga menawarkan penggerak all-wheel drive (AWD)—kita perlu konfirmasi apakah fitur ini masih dipertahankan di semua varian baru.
Kabin Lebih Lega: Jawaban atas Keluhan Utama Pengguna CX-5
Salah satu kritik terbesar CX-5 generasi kedua adalah kabin belakang yang sempit untuk kelasnya. Mazda tampaknya mendengar keluhan itu. Generasi ketiga hadir dengan dashboard berorientasi horizontal, headroom dan legroom baris belakang yang bertambah, serta kapasitas bagasi yang lebih besar.
Ini perubahan yang paling terasa dan paling relevan untuk pasar Indonesia, di mana CX-5 sering dipakai sebagai mobil keluarga. Layar infotainment juga ikut diperbesar, meski bahan tidak menyebutkan ukuran spesifiknya.
Bukan Rakitan Lokal: Status CBU dan Dampaknya ke Harga
Penting untuk diluruskan: CX-5 baru ini tetap didatangkan utuh (CBU). Yang berstatus rakitan lokal (CKD) di GIIAS 2026 adalah Mazda CX-30, yang menjadi model pertama yang dirakit di Mazda Indonesia Plant, Citeureup, Jawa Barat. Pabrik ini diresmikan sehari sebelum pameran dibuka.
Konsekuensinya, harga CX-5 tidak bisa turun signifikan seperti CX-30. "Tahun ini merupakan momentum yang sangat penting bagi Mazda di Indonesia. Hanya dalam waktu dua hari, kami meresmikan Mazda Indonesia Plant dan menghadirkan tiga model terbaru di GIIAS 2026," kata Ricky Thio, Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia (EMI), Agen Pemegang Merek Mazda di Indonesia.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli
- Tenaga lebih rendah: 179 PS vs 190 PS—jika kamu butuh akselerasi agresif di tol, mobil ini bukan pilihan terbaik.
- Harga premium: Rp599 juta untuk varian dasar bukan angka kecil, dan belum termasuk ongkos kirim serta pajak di beberapa daerah.
- Status CBU: Suku cadang dan waktu tunggu bisa berbeda dibandingkan CX-30 yang sudah dirakit lokal.
- AWD belum terkonfirmasi: Bahan tidak menyebut apakah penggerak all-wheel drive masih tersedia—penting untuk dicek ke diler sebelum memutuskan.
Kesimpulan: Nyaman untuk Harian, Bukan untuk Gengsi Angka
Mazda CX-5 generasi ketiga adalah mobil yang jujur pada posisinya. Ia tidak lagi mencoba menjadi SUV sporty dengan angka tenaga besar, melainkan kendaraan harian yang nyaman, senyap, dan lapang. Untuk pembeli yang prioritasnya kenyamanan keluarga dan kualitas kabin, ini pilihan yang masuk akal di kelas Rp600 jutaan.
Tapi kalau kamu mencari SUV dengan performa responsif atau fitur AWD yang sudah terbukti, ada baiknya menunggu hasil uji jalan lebih lanjut atau membandingkan langsung dengan kompetitor di kelas yang sama.